Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Astra Bangun 250 Rumah Layak Huni bagi Petani di Banyumas dan Garut

Kompas.com, 29 Mei 2026, 18:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra membangun 250 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari total tersebut, sebanyak 165 rumah dibangun di Banyumas dan 85 rumah di Garut untuk petani Hutan Karbon Produktif di wilayah binaan Desa Sejahtera Astra.

Program tersebut disampaikan dalam kegiatan serah terima kunci Rumah Layak Huni sekaligus peluncuran EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Kamis (28/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Astra juga melaksanakan groundbreaking pembangunan rumah bagi masyarakat binaan Desa Sejahtera Astra di Garut.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, program RLH Astra merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

Baca juga: Astra Internasional Bangun 1.000 Unit Rusun di Tanah Abang

"Astra berharap setiap rumah yang dibangun dapat menjadi ruang tumbuh bagi mimpi, harapan, dan kebersamaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Boy, dikutip dari rilis, Jumat (29/5/2026).

Penyerahan RLH di Garut dilakukan di empat desa, yakni Desa Telaga Wangi, Desa Marga Mulya, Desa Jayamekar, dan Desa Cikandang.

Selain pembangunan rumah, Astra juga meluncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut sebagai pusat pengolahan kopi terintegrasi dari petani, koperasi, hingga buyer.

Libatkan 3.000 Petani

Program tersebut melibatkan sekitar 3.000 petani dengan luas lahan lebih dari 1.500 hektar dan kapasitas produksi mencapai ratusan ton kopi green bean.

Nantinya, EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut juga akan menjadi pusat pembelajaran, wisata edukasi, hingga pengembangan kolaborasi lintas sektor.

Sejak tahun 2020, Astra telah melaksanakan program pembinaan berbasis potensi kopi di Desa Sejahtera Astra Garut yang berkolaborasi dengan IPB University.

Program tersebut berhasil membentuk dua koperasi, yakni Koperasi Produsen Kopi Mandalagiri dan Koperasi Al-Bayyinah Sejahtera.

Ini berfokus pada pengembangan kopi, pemberdayaan kelompok tani hutan, serta pengembangan agroforestry melalui penanaman hutan produktif seluas sekitar 1.400 hektar.

Baca juga: Usai Diambil Alih Astra Property, Gudang MMP Catat Okupansi 90 Persen

Program Desa Sejahtera Astra di Garut saat ini mencakup 10 desa binaan yang terintegrasi dengan program Hutan Karbon dan Rumah Layak Huni.

Melalui program tersebut, Astra telah menjangkau lebih dari 4.000 masyarakat, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat hingga 328 persen, serta menciptakan penyerapan tenaga kerja baru.

Produk kopi binaan Desa Sejahtera Astra Garut pun juga telah menembus pasar ekspor Eropa.

Semangat Astra dalam mendorong kemajuan desa melalui pembangunan Rumah Layak Huni dan pengembangan EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut disebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau