Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sentuhan Alam dan Aroma Kopi, Ini Destinasi "Work From Cafe" Tak Jauh dari Jakarta

Kompas.com - 11/05/2026, 19:15 WIB
Ini destinasi tempat nongkrong hingga wfc yang tak jauh dari Jakarta. (Warisan Kopi)Ini destinasi tempat nongkrong hingga wfc yang tak jauh dari Jakarta.
Editor Citra Narada Putri

Parapuan.co - Mencari pelarian sejenak dari hiruk-pikuk beton Jakarta tidak selalu harus berakhir dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Bagi Kawan Puan yang merindukan aroma tanah basah, udara pegunungan yang bersih, dan pemandangan hijau yang asri, kawasan Sentul kini punya satu titik temu baru yang menawarkan ketenangan di tengah hutan pinus alami.

Tepat di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, sebuah konsep destinasi kuliner unik bernama Warisan Kopi Indonesia resmi menyapa publik. Bukan sekadar kafe biasa, tempat ini hadir sebagai oase bagi warga perkotaan yang ingin menikmati gaya hidup modern namun tetap selaras dengan pelestarian alam.

Berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare, pengunjung akan langsung disambut oleh deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Menariknya, manajemen berkomitmen penuh pada kelestarian lingkungan dengan hanya menggunakan 7,4% luas lahan sebagai bangunan permanen. Hasilnya, suasana hutan tetap terjaga orisinalitasnya.

Mengenai komitmen etis ini, pihak manajemen menegaskan pentingnya menjaga aset alam yang ada.

"Pohon pinus ini bukan penghalang pembangunan — ini adalah aksesori alam yang tak ternilai harganya. Sebanyak apapun uang kita, kita tidak bisa membeli atau mengganti pohon pinus yang sudah berdiri puluhan tahun ini," jelas pihak Warisan Kopi.

Bagi Kawan Puan penganut gaya hidup Work From Cafe (WFC), tempat ini menyediakan fasilitas mumpuni. Dukungan WiFi hingga 700 Mbps serta zona privat memastikan produktivitas tetap terjaga meski berada di tengah alam.

Founder Warisan Kopi, Hendri Long, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Sentul didasari oleh suasana yang menenangkan.

"Sentul kami pilih bukan tanpa alasan. Udaranya sejuk, suasananya tenang, dekat dengan kawasan perumahan, dan dikelilingi pohon pinus yang alami. Kami ingin Warisan Kopi menjadi tempat di mana orang bisa datang pagi-pagi jalan kaki, menikmati kopi sambil bekerja, atau sekadar melepas penat — semua terjawab di satu tempat ini," tuturnya.

Meski menawarkan pengalaman premium, Hendri memastikan harga yang ditawarkan tetap inklusif, mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000.

Baca Juga: 3 Minuman Penghilang Kantuk Selain Kopi, Aman bagi Penderita Asam Lambung

"Kami ingin Warisan Kopi bisa dinikmati semua kalangan. Dengan budget Rp50.000 saja, pengunjung sudah bisa menikmati kopi premium dan camilan di tengah suasana yang luar biasa ini. Kopi berkualitas tidak harus mahal — dan itu yang ingin kami buktikan," tuturnya lagi.

Menu andalan "Kopi Warisan" menjadi primadona yang wajib dicoba. Menggunakan campuran 70% arabika dan 30% robusta dari kebun sendiri, kopi ini memiliki tekstur kental yang khas.

"Kami tidak hanya menjual kopi — kami mengontrol kualitas dari hulu ke hilir. Biji kopi kami tanam sendiri, creamer kami produksi di pabrik kami sendiri, dan racikan 'Kopi Warisan' kami kembangkan untuk memberikan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Konsistensi rasa adalah harga mati bagi kami," imbuh Hendri.

Dampak Sosial bagi Masyarakat Lokal

Kehadiran Warisan Kopi di Sentul membawa misi besar dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal. Di sini, gerobak-gerobak UMKM seperti soto, bakso, hingga bubur diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem kafe yang modern. Strategi ini terbukti ampuh mendongkrak pendapatan para pedagang secara signifikan.

"Ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Bukti nyatanya ada di sini — pelaku UMKM yang tadinya menjual 30 sampai 50 porsi sehari, setelah bergabung dengan kami kini bisa melayani lebih dari 500 porsi. Yang tadinya mikro bisa naik kelas menjadi kecil, yang kecil bisa menuju menengah. Itulah kolaborasi yang sesungguhnya," ungkap Komisaris Warisan Kopi, Jenderal (Purn) TNI Dr. Moeldoko.

Tak hanya soal bisnis dan lingkungan, keberadaan Warisan Kopi juga menyerap tenaga kerja lokal. Dari 98 karyawan, sebanyak 62 orang merupakan warga sekitar Bojong Koneng.

"Dari 98 orang yang bekerja di sini, 62 di antaranya adalah anak-anak lokal dari lingkungan sekitar Bojong Koneng. Kami juga mempekerjakan warga untuk mengelola parkir dengan tarif yang jelas dan tidak ada pungutan liar. Kehadiran Warisan Kopi harus benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat setempat," jelas Moeldoko.

Ke depannya, gerai di Sentul ini akan menjadi pilot project untuk ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia hingga ke pasar internasional. Dengan identitas logo wanita berkebaya dan berkonde, Warisan Kopi ingin membawa martabat budaya Nusantara ke kancah global.

Baca Juga: Hangat dan Berkelas, Restoran Ini Sajikan Menu Buka Puasa dengan Sajian Daging Khas Argentina

"Warisan Kopi lahir dari keyakinan bahwa kopi Indonesia layak berdiri sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia. Logo kami — seorang wanita Indonesia dengan konde dan kebaya batik — bukan sekadar simbol estetika. Itu adalah pernyataan: kami membawa warisan budaya Nusantara ke dalam setiap cangkir yang kami sajikan," tutup Moeldoko.

Bagi Kawan Puan yang berencana berkunjung, Warisan Kopi Indonesia berlokasi di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, Sentul, Bogor. Saat ini gerai beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, dengan rencana perluasan jam operasional mulai pukul 08.00 pada hari kerja dan pukul 07.00 di akhir pekan untuk menyambut para pelari atau pesepeda pagi.

Untuk menambah kehangatan suasana, pengunjung juga dapat menikmati sajian live music yang hadir setiap hari Jumat hingga Minggu.

(*)


Terkini Lainnya
Rekomendasi Lapangan Tenis Premium di Jaksel yang Ramah Perempuan, Punya Spot Estetik!
Rekomendasi Lapangan Tenis Premium di Jaksel yang Ramah Perempuan, Punya Spot Estetik!
PARAPUAN
Meja Kerja Makin Rapi, Ini Rekomendasi Monitor Premium untuk Desk Setup Minimalis
Meja Kerja Makin Rapi, Ini Rekomendasi Monitor Premium untuk Desk Setup Minimalis
PARAPUAN
Rekomendasi Hair Dryer Berteknologi Kolagen Pertama di Dunia, Bikin Rambut Sehat dan Shiny
Rekomendasi Hair Dryer Berteknologi Kolagen Pertama di Dunia, Bikin Rambut Sehat dan Shiny
PARAPUAN
Afgan Perkuat Citra Fashion Modern Bersama Lacoste Eyewear Indonesia
Afgan Perkuat Citra Fashion Modern Bersama Lacoste Eyewear Indonesia
PARAPUAN
Ingin Main Seharian di Trans Studio Cibubur? Coba Urutan Wahana Ini
Ingin Main Seharian di Trans Studio Cibubur? Coba Urutan Wahana Ini
PARAPUAN
ASUS ExpertBook Ultra dan Masa Depan Keamanan Firmware di Era AI
ASUS ExpertBook Ultra dan Masa Depan Keamanan Firmware di Era AI
PARAPUAN
Prasmul New Look: Transformasi Ekosistem Belajar untuk Cetak Pemimpin Masa Depan
Prasmul New Look: Transformasi Ekosistem Belajar untuk Cetak Pemimpin Masa Depan
PARAPUAN
4 Opsi Transportasi untuk Pergi ke Bandara Soekarno-Hatta
4 Opsi Transportasi untuk Pergi ke Bandara Soekarno-Hatta
PARAPUAN
Bisa Menajamkan Fokus, Ini Rekomendasi Studio Pilates Premium di Jakarta
Bisa Menajamkan Fokus, Ini Rekomendasi Studio Pilates Premium di Jakarta
PARAPUAN
Bio Cat Chunk in Gravy, Makanan Premium untuk Kucing Picky Eater
Bio Cat Chunk in Gravy, Makanan Premium untuk Kucing Picky Eater
PARAPUAN
Mandiri Finansial Saja Tak Cukup: Saatnya Perempuan Melek Teknologi Cerdas Iklim
Mandiri Finansial Saja Tak Cukup: Saatnya Perempuan Melek Teknologi Cerdas Iklim
PARAPUAN
Ini Cara Baru Pekerja Muda Asah Skill dan Perluas Koneksi Sepulang Kantor
Ini Cara Baru Pekerja Muda Asah Skill dan Perluas Koneksi Sepulang Kantor
PARAPUAN
Lebih dari Sekadar Lezat, Begini Cara Cerdas Pilih Bahan Kue yang Aman
Lebih dari Sekadar Lezat, Begini Cara Cerdas Pilih Bahan Kue yang Aman
PARAPUAN
Bolehkah Kurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Ini Penjelasannya
Bolehkah Kurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Ini Penjelasannya
PARAPUAN
Lewat Kolaborasi dengan FIBA, XTB Dorong Edukasi Finansial yang Lebih Mudah Diakses
Lewat Kolaborasi dengan FIBA, XTB Dorong Edukasi Finansial yang Lebih Mudah Diakses
PARAPUAN
Bukan Sekadar Mewah, Ini Kriteria Rumah Eksklusif yang Menjamin Keamanan
Bukan Sekadar Mewah, Ini Kriteria Rumah Eksklusif yang Menjamin Keamanan
PARAPUAN
JNE Berikan Bantuan untuk Kurir Korban Pembegalan di Bandung
JNE Berikan Bantuan untuk Kurir Korban Pembegalan di Bandung
PARAPUAN
Tips Mencari Kerja Lebih Percaya Diri di Ajang Bursa Karier Internasional
Tips Mencari Kerja Lebih Percaya Diri di Ajang Bursa Karier Internasional
PARAPUAN
Transparansi Harga, Ini Cara Cerdas Mulai Investasi Logam Mulia Tanpa Terjebak Biaya Tersembunyi
Transparansi Harga, Ini Cara Cerdas Mulai Investasi Logam Mulia Tanpa Terjebak Biaya Tersembunyi
PARAPUAN
Sentuhan Alam dan Aroma Kopi, Ini Destinasi 'Work From Cafe' Tak Jauh dari Jakarta
Sentuhan Alam dan Aroma Kopi, Ini Destinasi "Work From Cafe" Tak Jauh dari Jakarta
PARAPUAN
Sering Terjebak di Tier Epic? Ini 5 Rekomendasi Hero Mobile Legends Andalan untuk Menang
Sering Terjebak di Tier Epic? Ini 5 Rekomendasi Hero Mobile Legends Andalan untuk Menang
PARAPUAN
Dari Tulus hingga Ayu Ting Ting, Acara Ini Siapkan 'Hidangan Musik' Spesial di Bogor
Dari Tulus hingga Ayu Ting Ting, Acara Ini Siapkan 'Hidangan Musik' Spesial di Bogor
PARAPUAN
Rumah Terasa Lebih Nyaman saat Cuaca Panas dengan AC FLiFE FLOO Standard Series
Rumah Terasa Lebih Nyaman saat Cuaca Panas dengan AC FLiFE FLOO Standard Series
PARAPUAN
Menciptakan Sudut Estetik di Rumah, Ini Tren Material Tahan Lama yang Kini Jadi Incaran
Menciptakan Sudut Estetik di Rumah, Ini Tren Material Tahan Lama yang Kini Jadi Incaran
PARAPUAN
RumaTemu Bantu Proses Cari Hunian Jadi Lebih Praktis
RumaTemu Bantu Proses Cari Hunian Jadi Lebih Praktis
PARAPUAN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau