Ini destinasi tempat nongkrong hingga wfc yang tak jauh dari Jakarta.
Parapuan.co - Mencari pelarian sejenak dari hiruk-pikuk beton Jakarta tidak selalu harus berakhir dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Bagi Kawan Puan yang merindukan aroma tanah basah, udara pegunungan yang bersih, dan pemandangan hijau yang asri, kawasan Sentul kini punya satu titik temu baru yang menawarkan ketenangan di tengah hutan pinus alami.
Tepat di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, sebuah konsep destinasi kuliner unik bernama Warisan Kopi Indonesia resmi menyapa publik. Bukan sekadar kafe biasa, tempat ini hadir sebagai oase bagi warga perkotaan yang ingin menikmati gaya hidup modern namun tetap selaras dengan pelestarian alam.
Berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare, pengunjung akan langsung disambut oleh deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Menariknya, manajemen berkomitmen penuh pada kelestarian lingkungan dengan hanya menggunakan 7,4% luas lahan sebagai bangunan permanen. Hasilnya, suasana hutan tetap terjaga orisinalitasnya.
Mengenai komitmen etis ini, pihak manajemen menegaskan pentingnya menjaga aset alam yang ada.
"Pohon pinus ini bukan penghalang pembangunan — ini adalah aksesori alam yang tak ternilai harganya. Sebanyak apapun uang kita, kita tidak bisa membeli atau mengganti pohon pinus yang sudah berdiri puluhan tahun ini," jelas pihak Warisan Kopi.
Bagi Kawan Puan penganut gaya hidup Work From Cafe (WFC), tempat ini menyediakan fasilitas mumpuni. Dukungan WiFi hingga 700 Mbps serta zona privat memastikan produktivitas tetap terjaga meski berada di tengah alam.
Founder Warisan Kopi, Hendri Long, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Sentul didasari oleh suasana yang menenangkan.
"Sentul kami pilih bukan tanpa alasan. Udaranya sejuk, suasananya tenang, dekat dengan kawasan perumahan, dan dikelilingi pohon pinus yang alami. Kami ingin Warisan Kopi menjadi tempat di mana orang bisa datang pagi-pagi jalan kaki, menikmati kopi sambil bekerja, atau sekadar melepas penat — semua terjawab di satu tempat ini," tuturnya.
Meski menawarkan pengalaman premium, Hendri memastikan harga yang ditawarkan tetap inklusif, mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000.
Baca Juga: 3 Minuman Penghilang Kantuk Selain Kopi, Aman bagi Penderita Asam Lambung
"Kami ingin Warisan Kopi bisa dinikmati semua kalangan. Dengan budget Rp50.000 saja, pengunjung sudah bisa menikmati kopi premium dan camilan di tengah suasana yang luar biasa ini. Kopi berkualitas tidak harus mahal — dan itu yang ingin kami buktikan," tuturnya lagi.
Menu andalan "Kopi Warisan" menjadi primadona yang wajib dicoba. Menggunakan campuran 70% arabika dan 30% robusta dari kebun sendiri, kopi ini memiliki tekstur kental yang khas.
"Kami tidak hanya menjual kopi — kami mengontrol kualitas dari hulu ke hilir. Biji kopi kami tanam sendiri, creamer kami produksi di pabrik kami sendiri, dan racikan 'Kopi Warisan' kami kembangkan untuk memberikan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Konsistensi rasa adalah harga mati bagi kami," imbuh Hendri.
Dampak Sosial bagi Masyarakat Lokal
Kehadiran Warisan Kopi di Sentul membawa misi besar dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal. Di sini, gerobak-gerobak UMKM seperti soto, bakso, hingga bubur diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem kafe yang modern. Strategi ini terbukti ampuh mendongkrak pendapatan para pedagang secara signifikan.
"Ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Bukti nyatanya ada di sini — pelaku UMKM yang tadinya menjual 30 sampai 50 porsi sehari, setelah bergabung dengan kami kini bisa melayani lebih dari 500 porsi. Yang tadinya mikro bisa naik kelas menjadi kecil, yang kecil bisa menuju menengah. Itulah kolaborasi yang sesungguhnya," ungkap Komisaris Warisan Kopi, Jenderal (Purn) TNI Dr. Moeldoko.
Tak hanya soal bisnis dan lingkungan, keberadaan Warisan Kopi juga menyerap tenaga kerja lokal. Dari 98 karyawan, sebanyak 62 orang merupakan warga sekitar Bojong Koneng.
"Dari 98 orang yang bekerja di sini, 62 di antaranya adalah anak-anak lokal dari lingkungan sekitar Bojong Koneng. Kami juga mempekerjakan warga untuk mengelola parkir dengan tarif yang jelas dan tidak ada pungutan liar. Kehadiran Warisan Kopi harus benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat setempat," jelas Moeldoko.
Ke depannya, gerai di Sentul ini akan menjadi pilot project untuk ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia hingga ke pasar internasional. Dengan identitas logo wanita berkebaya dan berkonde, Warisan Kopi ingin membawa martabat budaya Nusantara ke kancah global.
Baca Juga: Hangat dan Berkelas, Restoran Ini Sajikan Menu Buka Puasa dengan Sajian Daging Khas Argentina
"Warisan Kopi lahir dari keyakinan bahwa kopi Indonesia layak berdiri sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia. Logo kami — seorang wanita Indonesia dengan konde dan kebaya batik — bukan sekadar simbol estetika. Itu adalah pernyataan: kami membawa warisan budaya Nusantara ke dalam setiap cangkir yang kami sajikan," tutup Moeldoko.
Bagi Kawan Puan yang berencana berkunjung, Warisan Kopi Indonesia berlokasi di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, Sentul, Bogor. Saat ini gerai beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, dengan rencana perluasan jam operasional mulai pukul 08.00 pada hari kerja dan pukul 07.00 di akhir pekan untuk menyambut para pelari atau pesepeda pagi.
Untuk menambah kehangatan suasana, pengunjung juga dapat menikmati sajian live music yang hadir setiap hari Jumat hingga Minggu.
(*)