Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lagu MBG Viral di TikTok, Bahlil Ingin Bertemu Penciptanya

Kompas.com, 31 Mei 2026, 11:56 WIB
Andika Aditia

Penulis

KOMPAS.com – Lagu "MBG" atau "Mas Bahlil Ganteng" yang belakangan viral di TikTok dan Instagram ternyata juga sudah sampai ke telinga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Bahlil Lahadalia.

Alih-alih tersinggung, Bahlil justru mengaku penasaran dengan sosok kreator di balik lagu yang ramai digunakan sebagai latar berbagai konten media sosial tersebut.

Bahlil bahkan menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan pencipta lagu tersebut.

Hal itu diungkapkan Bahlil saat berbincang dengan Raffi Ahmad dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

"Saya minta tolong untuk mengundang yang bersangkutan, kalau berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya," kata Bahlil, dikutip Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Reaksi Bahlil Saat Raffi Ahmad Tanya Lagu MBG

Bahlil mengaku baru mengetahui lagu tersebut ketika sedang menjalankan ibadah umrah. Menariknya, lagu yang menyebut namanya itu justru pertama kali menjadi bahan candaan di lingkungan keluarganya.

"Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, 'Bapak MBG'," ujar Bahlil sambil tertawa.

Meski namanya menjadi bagian dari lirik lagu yang viral, Bahlil mengaku belum mengetahui siapa sosok yang menciptakan lagu tersebut. Karena itu, ia berharap Raffi Ahmad dapat membantunya menemukan sang kreator.

"Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali. Saya sendiri penasaran ini siapa yang membuat," ucapnya.

"Jadi kalau boleh, Fi, bisa temukan, saya pengin sekali ketemu," lanjut Bahlil.

Di tengah viralnya lagu tersebut, Bahlil juga menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas anak muda yang memanfaatkan media sosial sebagai ruang berekspresi dan berkarya.

Menurutnya, kreativitas digital merupakan hal positif selama tidak melanggar batas-batas tertentu, terutama yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Saya menghargai kreativitas orang-orang, terutama anak-anak muda sekarang," kata Bahlil.

"Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi dan media sosial ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Jangan sampai masuk ke SARA karena itu akan memicu terganggunya soliditas kita sesama anak bangsa," lanjutnya.

Belakangan, lagu "MBG" menjadi salah satu audio yang banyak digunakan di TikTok dan Instagram. Liriknya yang absurd, jenaka, dan mudah diingat membuat lagu tersebut cepat menyebar di media sosial.

Halaman:

Terkini Lainnya
Di Balik Layar Film Monster Pabrik Rambut
Di Balik Layar Film Monster Pabrik Rambut
Film
Lutesha Makin Sadar Sisi Gelap Industri Fesyen usai Bintangi Monster Pabrik Rambut
Lutesha Makin Sadar Sisi Gelap Industri Fesyen usai Bintangi Monster Pabrik Rambut
Film
Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Sindir di Media Sosial
Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Sindir di Media Sosial
Seleb
Produser Bicara soal Jam Kerja Manusiawi di Set Film Monster Pabrik Rambut
Produser Bicara soal Jam Kerja Manusiawi di Set Film Monster Pabrik Rambut
Entertainment
Ruben Onsu Klarifikasi Tudingan Setop Nafkah Anak Rp 225 Juta Per Bulan
Ruben Onsu Klarifikasi Tudingan Setop Nafkah Anak Rp 225 Juta Per Bulan
Entertainment
Kisah Panjang Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Bercerai: Anak, Utang, dan Rumah Jadi Jaminan
Kisah Panjang Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Bercerai: Anak, Utang, dan Rumah Jadi Jaminan
Entertainment
Mengenal Tsaqib, Musisi Bandung dan Kini Jadi Suami Adhisty Zara
Mengenal Tsaqib, Musisi Bandung dan Kini Jadi Suami Adhisty Zara
Entertainment
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Aktor Callum Turner di London
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Aktor Callum Turner di London
Seleb
Sinetron Terikat Janji: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain
Sinetron Terikat Janji: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain
Entertainment
Kabar Dua Garis Merah dari Adhisty Zara...
Kabar Dua Garis Merah dari Adhisty Zara...
Entertainment
Iqbaal Ramadhan Bangga Monster Pabrik Rambut Jadi Film Horor Indonesia Pertama dengan Teknologi DFD
Iqbaal Ramadhan Bangga Monster Pabrik Rambut Jadi Film Horor Indonesia Pertama dengan Teknologi DFD
Film
Rumah Tinggal Sarwendah Dijadikan Jaminan Utang Perusahaan Ruben Onsu, Tunggakan Disebut Sudah 2 Tahun
Rumah Tinggal Sarwendah Dijadikan Jaminan Utang Perusahaan Ruben Onsu, Tunggakan Disebut Sudah 2 Tahun
Entertainment
Selain Resmi Menikah, Adhisty Zara Umumkan Kehamilan Pertama
Selain Resmi Menikah, Adhisty Zara Umumkan Kehamilan Pertama
Entertainment
Ruang Senja Dedikasikan Lagu untuk Seluruh Ibu di Dunia
Ruang Senja Dedikasikan Lagu untuk Seluruh Ibu di Dunia
Musik
5 Fakta Menarik Serial Meteor Garden Versi Taiwan yang Jarang Diketahui
5 Fakta Menarik Serial Meteor Garden Versi Taiwan yang Jarang Diketahui
Entertainment
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau