Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akses Internet Jadi Masalah PTS, APTISI Gandeng Mitra untuk 4.095 Kampus

Kompas.com, 28 Mei 2026, 11:30 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Akses internet yang memadai dan kecepatan tinggi masih sulit dijangkau oleh beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) dalam negeri.

Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Paristiyanti Nurwardani mengatakan selama ini kampus-kampus yang tergabung dalam naungan asosiasi ini terkendala untuk saling terhubung termasuk dalam proses pertukaran ilmu.

"Selama ini kami tidak bisa reach, tidak bisa sampai ke dosen dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang anggota APTISI arena keterbatasan komunikasi," kata Paristiyanti diwawancarai di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026) lalu.

APTISI kini menjalin kolaborasi strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) untuk penyediaan layanan internet.

Baca juga: Program Sekolah Swasta Gratis DKI Disambut Antusias, SMP Strada Pelita Pejompongan Kebanjiran Pendaftar

Transformasi digital merupakan fondasi penting

Penandatanganan nota kesepahaman diadakan di Gedung Kemendikti saintek dan dihadiri oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.

"Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional," ujar Mendiktisaintek.

Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko berkata PTS merupakan kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah.

"Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta. Karena itu, kerja sama APTISI dan SURGE ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi," kata Budi.

Baca juga: SPMB 2026: Gagal ke Sekolah Negeri Bisa ke Swasta, 53 Pemda Beri Subsidi

Internet gratis dan SPADA

Lebih lanjut Paristiyanti mengungkapkan bahwa APTISI menaungi 4.095 PTS sejauh ini.

Tahun ini sebanyak 1.334 PTS di antaranya ditargetkan akan mendapat layanan internet gratis dari SURGE lebih dahulu.

"Yang tahun ini, tahun ini sampai dengan bulan November kita akan reach kampus 1.334 yang pakai SURGE," ucap Paristiyanti.

Paristiyanti yang juga Rektor Universitas Bhakti Asih Tangerang (Unibang) membeberkan contoh di kampusnya setiap bulan perlu mengeluarkan biaya layanan internet Rp 16 juta sampai Rp 24 juta untuk gedung berlantai delapan.

Direktur SURGE, Andi L Bharata menambahkan kerja sama ini mencakup layanan internet gratis berkecepatan tinggi.

"Jadi kita berikan layanan internet menggunakan fiber optik murni dengan kecepatan 1 Giga tanpa kuota.Jadi enggak ada FUP, enggak ada sebagainya. Itu kita berikan untuk menunjang pembelajaran di perguruan tinggi," tutur Andi.

PTS di bawah APTISI juga akan dapat lebih muda terhubung dengan platform pembelajaran online Sistem Pembelajaran Daring (SPADA).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau