Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikdasmen Tegaskan Sulit Ada Jual Beli Kursi di SPMB 2026

Kompas.com, 11 Mei 2026, 13:13 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan, jual beli kursi sekolah akan sulit dilakukan di Sistem Peneriman Murid Baru (SPMB) 2026.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan, daya tampung setiap sekolah sudah dikunci oleh pemerintah pusat.

Gogot menjelaskan, penetapan daya tampung sekolah itu sudah dilakukan dalam Petunjuk Teknis (Juknis) pemerintah daerah, ketika kepala daerah sudah menyetujui juknis tersebut maka daya tampung akan otomatis terkunci oleh pemerintah pusat.

"Begitu kepala daerah ada tangan (Juknis), kita dapat laporannya, langsung daya tampungnya kita kunci," kata Gogot di daerah Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: 8 Sekolah Kedinasan Akreditasi Unggul yang Gratis, Lulus Jadi CPNS atau TNI

Tidak memungkinkan adanya jual beli kursi SPMB 2026

Gogot menegaskan, sistem seperti ini tidak memungkinkan adanya terjadi proses jual beli kursi atau ada daya tampung sekolah bertambah di SPMB 2026.

Apabila ada sekolah yang nekat, lanjut dia, maka akan berimbas ke murid yang diterima yakni tidak akan masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan tidak akan menerima ijazah.

"Jadi enggak ada jual beli kursi intinya kalau ada yang ada bukti ya orang jual kursi laporkan ke kita," jelas Gogot.

Adapun terkait jadwal pelaksanaan SPMB, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Meski demikian, Gogot menyarankan pengumuman pendaftaran SPMB minimal Minggu pertama bulan Mei.

Baca juga: Kisah Yustina, Guru Honorer yang Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah Kini Dapat Tunjangan

Ilustrasi siswa.Shutterstock/Ibenk_8 Ilustrasi siswa.

Berbagai tahapan di SPMB 2026

Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pendaftaran, seleksi, pengumuman penetapan murid baru.

Hingga daftar ulang pada bulan Juni dan Juli dengan memperhatikan kalender pendidikan tahun ajaran baru 2026/2027.

Baca juga: Beasiswa SCG 2026 untuk SMA-S1, Ada Uang Rp 2 hingga Rp 8 Juta Per Tahun

"Bahasanya pemerintah, pusat, daerah, maupun kota-kota, maupun provinsi, memastikan semua anak yang ingin memajukan dari TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA ke SMP, nah itu punya tempat (untuk sekolah)," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau