Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Siswa SD Negeri Awado, Harus Seberangi Lautan untuk Ikut TKA 2026

Kompas.com, 23 April 2026, 16:03 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ada beragam perjuangan dari siswa di pelosok Indonesia untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SD.

Salah satunya yang dialami oleh SD Negeri Awado, Kepulauan Yapen, Papua. Siswa kelas 6 yang ikut TKA 2026 di sana harus mengarungi laut untuk sampai ke tempat mereka menumpang ikut TKA.

Kepala SD Negeri Awado, Muhajir mengatakan, tahun ini sekolahnya melaksanakan TKA bertempat di SD Integral Lukman Al Hakim Serui.

Baca juga: Jakarta Mati Lampu, UNJ menjelaskan soal Pelaksanaan UTBK 2026 yang Tersendat

Harus tempuh perjalanan gunakan perahu

Para guru dan siswa harus menempuh perjalanan menggunakan perahu di laut untuk sampai di sana.

“Jika laut sedang tenang, kami bisa sampai di Serui dalam waktu empat jam, namun bisa mencapai enam jam jika ombak besar,” kata Muhajir dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Muhajir melanjutkan, ketika tiba di Serui berpikir harus mencari penginapan bagi anak-anak yang ikut TKA 2026.

Meski perjalannya hang ditempuh ke tempat TKA sangat berat, tapi Muhajir melihat siswanya tetap semangat ikut TKA SD sederajat 2026.

Baca juga: Kisah Ortu yang Antar Anak Ikut UTBK 2026 di UB, Pilih Nginap di Mobil

"Setibanya di Serui, kami juga harus mencari tempat menginap bagi anak-anak. Meski penuh tantangan, semangat murid kami tetap tinggi untuk mengikuti TKA," ujarnya.

TKA penting untuk tentukan arah masa depan

Sementara itu, salah satu murid SDN Awado, Andai Darling Woraba, menilai TKA sangat penting untuk menentukan arah masa depannya.

Oleh karena itu, ia tetap bersemangat ikut TKA meski harus mengarungi lautan untuk sampai ke lokasi pelaksanaan TKA.

“Kami tetap semangat mengikuti TKA karena ini membantu kami mengetahui kemampuan akademik dan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Terkait kesiapan TKA, Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi menuturkan semuanya telah menyiapkan peserta didik secara matang. 1


Baca juga: Unhas Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Mahasiswa Baru 2026

Secara keseluruhan, guru dan murid siap mengikuti TKA. Selain itu, sekolah juga berkoordinasi secara intensif dengan dinas pendidikan.

Tak ketinggalan, para orang tua bahu membantu menyediakan perangkat komputer dan laptop.

“Koordinasi dengan dinas terkait juga telah kami lakukan untuk menjamin ketersediaan listrik dan internet. Dukungan orang tua juga sangat besar, bahkan di antara mereka bersedia meminjamkan perangkat komputer atau laptop jika terjadi keterbatasan di sekolah,” jelas Mahfud.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau