Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan atasi premanisme di Bandung. Tak hanya itu, sang gubernur juga memberi pesan menohok kepada para pelaku.
Seperti diketahui, baru-baru ini viral video yang memperlihatkan tindakan pemerasan terhadap pengendara mobil bernomor polisi Jakarta atau pelat B di kawasan wisata Dago. Aksi kriminal tersebut terjadi di kawasan Gang Dago Timur, Jalan Ir. H. Djuanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Insiden ini berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) malam, tepat setelah Persib Bandung menang melawan Persijap Jepara. Dari video yang viral itu tampak seorang pria mencegat kendaraan luar kota dan memaksa sang sopir menyerahkan sejumlah uang di tengah kemacetan.
Sontak aksi premanisme itu langsung viral hingga memicu kritikan publik. Bahkan, Dedi Mulyadi turun tantan atasi premanisme di Bandung.
Melansir TribunJabar.ID, Dedi Mulyadi langsung bergerak cepat melakukan komunikasi intensif dengan Kapolda Jawa Barat guna memastikan penegakan hukum berjalan tanpa kompromi setelah ramainya insiden itu.
"Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan, premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat," ujar Dedi.
Berkat arahannya itu, polisi bergerak cepat menangkap oknum pemalak tersebut. Kini, oknum pemalak itu telah menjalani pemeriksaan di markas kepolisian setempat.
"Pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong," katanya.
Dedi mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menjauhi segala bentuk pemerasan dan tindakan intimidasi. Ia menyebut kenyamanan para pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke Tanah Pasundan harus menjadi prioritas bersama.
"Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun luar warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Barat," katanya.
| Source | : | Instagram,TribunJabar |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |