Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik ke Jakarta Mulai Naik Jelang Akhir Libur Panjang

Kompas.com, 1 Juni 2026, 07:22 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Jasa Marga mencatat tren arus balik semakin kuat. Bahkan, laju peningkatan kendaraan yang mengarah ke Jabodetabek di beberapa titik terlihat lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang bergerak menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo mengatakan, sebanyak 39.052 kendaraan melintas menuju wilayah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.

Jumlah tersebut meningkat 21,77 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 32.070 kendaraan. Sebagai informasi, angka ini berdasarkan data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada H-1 Waisak, Jumat (30/5/2026).

Baca juga: Klasemen Moto3 2026 Usai GP Italia 2026, Veda Masih Posisi 5 Besar

Kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama 2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk Kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama 2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

"Sementara itu, untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 35.833 kendaraan, naik 30,12 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 27.539 kendaraan," ujar Ria, dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).

Data tersebut menunjukkan bahwa secara volume absolut kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek masih lebih banyak dibandingkan kendaraan yang kembali ke Jakarta. Selisihnya mencapai sekitar 3.200 kendaraan.

Namun jika melihat persentase pertumbuhannya, kendaraan yang bergerak ke arah Barat atau Jakarta meningkat lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang menuju Timur. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa arus balik mulai terbentuk.

Baca juga: BYD M6 DM Classic Jadi Varian Termurah, Dapat Apa Saja?

Arus balik Lebaran 2026 di GT KalikangkungJasa Marga Arus balik Lebaran 2026 di GT Kalikangkung

Kendaraan Menuju Jakarta

Di Gerbang Tol Kalikangkung, kendaraan menuju Semarang tercatat sebanyak 18.999 unit atau naik 7,95 persen dibanding kondisi normal. Sementara kendaraan yang meninggalkan Semarang menuju Jakarta mencapai 17.807 unit atau naik 21,24 persen.

Kemudian di Gerbang Tol Banyumanik, kendaraan menuju Solo mencapai 31.085 unit atau naik 12,29 persen. Adapun kendaraan yang mengarah ke Jakarta tercatat 25.432 unit atau meningkat hingga 29,93 persen dibanding lalu lintas normal.

Baca juga: Hasil Moto3 Italia 2026, Veda Ega Finis Posisi 8

Suasana Gerbang Tol Warugunung di periode mudik Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026) KOMPAS.com/DIKI FEBRIANTO Suasana Gerbang Tol Warugunung di periode mudik Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026)

Data tersebut memperlihatkan bahwa meski arus menuju destinasi di Jawa Tengah masih lebih besar, pertumbuhan kendaraan yang kembali ke Jakarta jauh lebih tinggi.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Jawa Timur. Di Gerbang Tol Warugunung, kendaraan yang mengarah ke Jakarta bahkan sudah melampaui kendaraan menuju Surabaya.

Sebanyak 25.039 kendaraan tercatat bergerak ke arah Jakarta, sedangkan yang menuju Surabaya sebanyak 22.368 kendaraan.

Baca juga: Hasil MotoGP Italia 2026: Bezzecchi Juara, Dominasi Aprilia

Banyak kendaraan berhenti di bahu jalan, arus balik kendaraan di Tol Cipali alami perlambatan.KOMPAS.com/Ahya Nurdin Banyak kendaraan berhenti di bahu jalan, arus balik kendaraan di Tol Cipali alami perlambatan.

Puncak Arus Balik Libur Panjang

Melihat pola lalu lintas yang terjadi hingga Jumat (30/5/2026), arus kendaraan menuju wilayah timur masih mendominasi secara jumlah kendaraan. Namun tren kenaikan kendaraan yang kembali ke Jakarta menunjukkan fase arus balik sudah mulai berlangsung.

Biasanya, sebagian masyarakat memanfaatkan hari terakhir libur panjang untuk berwisata terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah.

Karena itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026), bertepatan dengan berakhirnya periode libur panjang Waisak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau