Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Sepelekan Air Hujan, Bisa Bikin Motor Brebet Sampai Mogok

Kompas.com, 25 Mei 2026, 06:22 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna sepeda motor. Selain jalanan licin dan jarak pandang yang menurun, air hujan juga bisa memicu berbagai masalah teknis pada kendaraan jika tidak ditangani dengan benar.

Bahkan, dalam beberapa kasus, motor bisa mengalami brebet hingga mogok setelah sering terkena hujan atau menerjang genangan air.

Wahyu Budhi, Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, menjelaskan bahwa ada beberapa komponen motor yang cukup rentan mengalami gangguan saat sering terkena air hujan. Salah satu yang paling umum ialah sistem kelistrikan.

Baca juga: Segini Biaya Ganti Blade Battery BYD Generasi Terbaru

“Komponen seperti aki, busi, dan kabel kelistrikan bisa terganggu kalau sering terkena air atau lembap terus-menerus. Akibatnya motor bisa brebet, susah hidup, bahkan mogok,” ujar Wahyu kepada Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Selain kelistrikan, filter udara juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan saat musim hujan. Menurut Wahyu, filter udara yang basah akibat air masuk dari sela cover yang renggang dapat mengganggu suplai udara ke ruang bakar.

“Kalau filter udara basah, pembakaran jadi tidak optimal. Motor biasanya terasa brebet, tarikan berat, bahkan bisa mati mendadak saat dipakai,” kata Wahyu.

Filter udara motor matik yang kondisinya kotor, namun masih bisa dipakai karena sekatnya masih bagusKOMPAS.com/daafa Filter udara motor matik yang kondisinya kotor, namun masih bisa dipakai karena sekatnya masih bagus

Masalah lain yang juga sering muncul ialah area CVT pada motor matik. Air yang masuk ke rumah CVT dapat memengaruhi kondisi v-belt, roller, dan kampas ganda. Bila tidak segera dibersihkan, performa motor bisa menurun dan komponen lebih cepat aus.

Wahyu menyarankan pemilik motor untuk tidak langsung menyimpan kendaraan setelah kehujanan. Motor sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar sisa air hujan dan kotoran tidak memicu karat maupun korosi pada berbagai komponen logam.

Baca juga: Daftar Bengkel Konversi Motor Listrik Resmi di Indonesia

Selain itu, pengendara juga disarankan rutin mengecek kondisi lampu, rem, rantai, dan tekanan angin ban selama musim hujan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga performa motor sekaligus menunjang keselamatan berkendara di jalan basah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau