Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isi Full Tank Fortuner Diesel Pakai Solar BP Jadi Rp 2,3 Jutaan

Kompas.com, 9 Mei 2026, 15:21 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan harga BP Ultimate Diesel mulai 8 Mei 2026 turut memengaruhi biaya operasional SUV diesel, termasuk pengguna Toyota Fortuner VRZ dan Toyota Fortuner GR Sport yang cukup populer di Indonesia.

Saat ini, BP Ultimate Diesel dipasarkan seharga Rp 29.890 per liter, atau turun Rp 1.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp 30.890 per liter. Penyesuaian harga tersebut membuat biaya pengisian bahan bakar kendaraan diesel menjadi sedikit lebih ringan.

Baca juga: Melongok Isi Proving Ground di Bekasi yang Punya Crash Test (Video)

Sebagai gambaran, Toyota Fortuner diesel memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 80 liter. Dengan harga terbaru BP Ultimate Diesel, biaya yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki mencapai sekitar Rp 2.391.200.

Nominal tersebut lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang bisa mendekati Rp 2,5 juta untuk sekali pengisian penuh. Penurunan harga ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna SUV diesel yang memiliki mobilitas tinggi.

Selain BP Ultimate Diesel, pemilik Toyota Fortuner 2.4 G Diesel, Toyota Fortuner VRZ, maupun Toyota Fortuner 2.8 GR Sport juga masih memiliki pilihan BBM diesel nonsubsidi lain dengan harga lebih rendah, seperti Pertamina Dex dan Dexlite.

All New Toyota Fortuner VRZ 4X4 dan All New Toyota Rush TRD menjajal medan offload di kaki Gunung Merapi, Sleman, DIY, Rabu (29/5/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO All New Toyota Fortuner VRZ 4X4 dan All New Toyota Rush TRD menjajal medan offload di kaki Gunung Merapi, Sleman, DIY, Rabu (29/5/2019).

Jika menggunakan Pertamina Dex yang saat ini dijual Rp 27.900 per liter, biaya isi penuh tangki Fortuner berada di angka sekitar Rp 2.232.000. Sementara dengan Dexlite seharga Rp 26.000 per liter, biaya full tank menjadi sekitar Rp 2.080.000.

Penggunaan BBM diesel berkualitas dinilai penting untuk menjaga performa mesin diesel modern, khususnya kendaraan yang sudah mengusung teknologi common rail dan turbo diesel seperti Toyota Fortuner diesel.

Selain lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar, mesin diesel modern juga membutuhkan kandungan sulfur rendah agar sistem injeksi dan pembakaran tetap bekerja optimal.

Baca juga: Mitsubishi Buka Suara soal Dampak Kenaikan Harga Solar terhadap Penjualan Mobil Diesel

Penggunaan solar dengan kualitas kurang baik berisiko menimbulkan penumpukan karbon hingga gangguan pada injektor.

Karena itu, sebagian pengguna SUV diesel masih memilih BBM nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi demi menjaga durabilitas mesin, meski biaya bahan bakarnya relatif lebih mahal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau