Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jok Fabric vs Kulit, Mana Lebih Nyaman untuk Iklim di Indonesia?

Kompas.com, 14 April 2026, 19:31 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Memilih material jok mobil kerap dianggap sekadar soal selera. Namun, faktor iklim juga tak boleh diabaikan karena berpengaruh terhadap kenyamanan, terutama di negara tropis seperti Indonesia dengan suhu panas dan kelembapan tinggi.

Perbedaan antara jok berbahan kain (fabric) dan kulit pun terasa lebih signifikan, khususnya saat mobil digunakan harian. Jok fabric sendiri masih banyak digunakan di mobil modern, meski kini umumnya berbasis bahan sintetis dengan daya tahan yang lebih baik.

Baca juga: Kesalahan Saat Macet, Jangan Gunakan Setengah Kopling

Menurut Akhir, pemilik bengkel Berkah di Tangerang, masing-masing jenis jok memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi penggunaan.

“Kalau di iklim tropis, jok fabric biasanya lebih adem dan cepat menyesuaikan suhu. Sementara kalau jok kulit memang terlihat lebih mewah, tapi bisa terasa panas kalau mobil lama terparkir di bawah matahari,” kata Akhir kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Akhir menjelaskan, jok berbahan kain, yang kini umumnya menggunakan serat sintetis, cenderung lebih nyaman untuk penggunaan harian, terutama bagi pengemudi yang sering berkendara di siang hari.

Bahan ini mampu menyerap panas lebih baik sehingga tidak langsung terasa menyengat saat diduduki.

Ilustrasi retrim jok fabric di Ferari JokDok. Ferari Jok Ilustrasi retrim jok fabric di Ferari Jok

Namun, kelemahannya ada pada perawatan. Permukaan kain lebih mudah menyerap debu, kotoran, hingga cairan, sehingga berisiko menimbulkan bau jika jarang dibersihkan.

Sebaliknya, jok kulit menawarkan kemudahan dalam hal perawatan. Permukaannya tidak mudah menyerap kotoran, sehingga cukup dilap untuk menjaga kebersihannya. Selain itu, tampilannya juga dinilai lebih premium dan tahan lama jika dirawat dengan benar.

Meski begitu, jok kulit memiliki tantangan tersendiri di iklim panas. Suhu permukaannya bisa meningkat saat terpapar sinar matahari langsung, bahkan terasa panas saat pertama kali diduduki.

“Kalau pakai jok kulit, sebaiknya dibarengi dengan kaca film yang bagus atau parkir di tempat teduh, supaya suhu di dalam kabin tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Akhir menyarankan, pemilik mobil mempertimbangkan pola penggunaan kendaraan sebelum memilih jenis jok. Jika mobil sering digunakan di kondisi panas dan lalu lintas padat, jok berbahan kain bisa menjadi pilihan lebih nyaman.

Baca juga: Strategi Honda Jaga Harga dan Pasokan di Tengah Tantangan Global

Namun, bagi yang mengutamakan tampilan dan kemudahan perawatan, jok kulit tetap menarik selama didukung perlindungan kabin yang memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau