Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Segini Biaya Konsumsi Listrik Bus AKAP Sumber Alam Kalista

Kompas.com, 15 Agustus 2025, 19:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - PO Sumber Alam kembali melanjutkan uji coba bus listrik bersama Kalista. Kali ini diperpanjang dari 16 Agustus sampai 31 Oktober 2025.

Kompas.com dapat kesempatan ikut dalam perjalanan bersama Kalista dari Bekasi ke Yogyakarta naik bus listrik Sumber Alam. Sekalian hitung juga berapa konsumsi listrik selama perjalanan.

Jarak yang ditempuh dari Bekasi sampai Yogyakarta adalah sekitar 530 Km. Bus berhenti dua kali di Cikamurang dan Ajibarang untuk melakukan pengecasan dan diisi penuh lagi di pool Sumber Alam Yogyakarta.

Baca juga: Spesifikasi Higer Coach 12 M, Bus Listrik PO Sumber Alam Bekasi-Yogya

Bus listrik PO Sumber Alam dan Kalista, Higer Coach 12 M Kompas.com/Fathan Bus listrik PO Sumber Alam dan Kalista, Higer Coach 12 M

Perjalanan dimulai dari Bekasi dengan kondisi baterai 95 persen. Tiba di Cikamurang, perjalanan sejauh 139 Km dan sisa baterainya 60 persen.

Pengecasan dilakukan selama 58 menit, dari 60 persen ke 92 persen (102,56 kWh). Biaya yang dihabiskan adalah Rp 202.000 dengan tarif Rp 1.938 per kWh karena pakai tarif non komersial.

Perjalanan dari Cikamurang ke Ajibarang sejauh 193 Km, baterai dari 92 persen jadi 38 persen. Dicas kembali selama 55 menit, dari 38 persen ke 85 persen.

Baca juga: Harga Mobil Listrik Bekas Merosot, Apakah Innova Diesel Ikut Terimbas?

Karena memakai dua colokan listrik, pengisian lebih banyak dan cepat, 154,2 kWh. Biayanya memakan biaya Rp 303.000.

Perjalanan dilanjutkan sampai ke Yogyakarta sejauh 198 Km dan sisa baterai 41 persen. Bus listrik kembali dicas sampai penuh di pool Sumber Alam Yogyakarta, memakai 193 kWh dan biayanya Rp 384.000.

Kalau dijumlah, jarak tempuh yang dilalui 530 Km, menggunakan listrik sebanyak 449.76 kWh dan biaya total sekitar Rp 889.000.

Bus listrik PO Sumber Alam dan Kalista rute Bekasi dan Yogyakarta Kompas.com/Fathan Bus listrik PO Sumber Alam dan Kalista rute Bekasi dan Yogyakarta

Ketika dikonfirmasi ke pihak Sumber Alam, tepatnya ke Boy Setyadi Nugroho selaku Manager, untuk perjalanan yang sama dari Bekasi ke Yogyakarta Pergi-Pulang (PP) biasanya pengenudi diberi uang solar Rp 2 juta.

"Yogyakarta-Pondok Ungu (Bekasi) itu Rp 2 jutaan. Jadi sekali jalan lebih kurang Rp 1 jutaan," kata Boy di markas Sumber Alam Kutoarjo, Jumat (15/8/2025).

Maka pakai bus listrik, ada penghematan dari pengecasan sekitar Rp 100.000-an. Penghematan bisa lebih besar lagi mengingat bus listrik tidak perlu perawatan di sektor mesin seperti ganti oli, filter BBM, dan sebagainya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau