Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelaku Akui Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang, Bawa Pisau dari Rumah

Kompas.com, 1 Juni 2026, 17:23 WIB
Intan Afrida Rafni,
Andi Muttya Keteng Pangerang

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Polisi menyebut, pelaku yang menusuk seorang perawat di klinik gigi kawasan Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, mengakui perbuatannya saat menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin mengatakan, pelaku berinisial MA mengaku membawa pisau dari rumah dan digunakan menusuk korban.

"Pada dasarnya dia mengakui. 'Saya mengakui, saya menusuk, saya membawa senjata tajam dari rumah', begitu saja," ujar Rabiin saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Saat Pesta Pernikahan Berujung Tragedi Penusukan di Tanjung Priok Jakut...

Meski demikian, polisi masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut.

Rabiin mengatakan pihaknya sempat kesulitan saat meminta keterangan kepada pelaku.

Pasalnya selama pemeriksaan berlangsung, pelaku kerap diam saat ditanya penyidik sehingga polisi berhati-hati dalam mengambil kesimpulan.

Baca juga: Perawat Klinik Gigi di Tangerang Ditusuk Pasien, Pelaku Ditangkap

"Sekarang ini dalam pemeriksaan pendalaman karena dia itu saat diperiksa kadang diam aja. Jadi kita perlu pendalaman banget, hati-hati," kata dia.

Adapun kasus tersebut bermula saat MA datang ke klinik sebagai pasien baru untuk menjalani pembersihan karang gigi, pada Sabtu (30/5/2026).

Pihak klinik juga menyebut, pelaku tidak memiliki hubungan atau riwayat perawatan sebelumnya di lokasi tersebut.

Baca juga: Ditusuk Pasien, Perawat Klinik Gigi Tangerang Alami Luka di Perut dan Tangan

"Ini pasien datang, pasien baru. Sebagai pasien baru mau merawat gigi ya dirawat, cek karangnya," kata Rabiin saat menjelaskan terkait kronologinya.

Setelah proses pembersihan karang gigi selesai, pelaku kemudian ditangani oleh seorang perawat.

Tak lama kemudian, MA masuk ke kamar mandi dan memanggil korban.

"Terus memanggil, 'Mbak sini, Mbak'. Si perawat datang. Begitu di kamar mandi, itu langsung ditusuk," tutur Rabiin.

Baca juga: Tragedi Shanghai: 2 Warga Jepang Jadi Korban Penusukan di Restoran

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian perut dan tangan.

Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Meskipun begitu, polisi telah menangkap MA pada hari yang sama setelah kejadian.

Namun hingga kini penyidik masih mendalami motif pelaku melakukan penusukan.

"Kami masih dalami. Apakah dia emosi, apakah saat dirawat merasa sakit, atau ada alasan lain, itu yang masih kami telusuri," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Lokasi Samsat Keliling Hari Ini di Jadetabek, Cek Jadwal Lengkapnya
Lokasi Samsat Keliling Hari Ini di Jadetabek, Cek Jadwal Lengkapnya
Megapolitan
2 Rumah di Muara Angke Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
2 Rumah di Muara Angke Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Megapolitan
SIM Mati Saat Libur Pancasila? Masih Bisa Diperpanjang Hari Ini
SIM Mati Saat Libur Pancasila? Masih Bisa Diperpanjang Hari Ini
Megapolitan
Nestapa Korban Hanania Travel: Tergiur Rekor MURI, Gagal Umrah, Kini Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Nestapa Korban Hanania Travel: Tergiur Rekor MURI, Gagal Umrah, Kini Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Megapolitan
Tol Jakarta Macet Pagi Ini, Contraflow Diberlakukan di Sejumlah Ruas
Tol Jakarta Macet Pagi Ini, Contraflow Diberlakukan di Sejumlah Ruas
Megapolitan
3 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Belakang Pasar Jiung Kemayoran
3 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Belakang Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kedok Paket Nikah Murah WO Marwah: Tipu 58 Calon Pengantin, Pemilik Ternyata Residivis
Kedok Paket Nikah Murah WO Marwah: Tipu 58 Calon Pengantin, Pemilik Ternyata Residivis
Megapolitan
BMKG: Jakarta Panas Lembap Hari Ini, Sore Potensi Hujan
BMKG: Jakarta Panas Lembap Hari Ini, Sore Potensi Hujan
Megapolitan
PMI Bangun Dua Tenda Darurat untuk Korban Kebakaran Kemayoran Jakpus
PMI Bangun Dua Tenda Darurat untuk Korban Kebakaran Kemayoran Jakpus
Megapolitan
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Megapolitan
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pelaku Akui Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang, Bawa Pisau dari Rumah
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat