Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan Lenteng Agung Ambles, Berikut Jalur Alternatif yang Berlaku

Kompas.com, 29 Mei 2026, 21:46 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, imbas perbaikan jalan ambles yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2026.

Pengalihan arus dilakukan untuk kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Depok dengan dua jalur utama yang disiapkan selama proses perbaikan berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan Dishub DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya @dishubdkijakarta.

“Diimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas yang ditetapkan dan mengutamakan keselamatan di jalan,” tulis Dishub DKI Jakarta.

Baca juga: Jalan Lenteng Agung Ambles, Pakar Curiga Tanah Dasarnya Bermasalah

Rute rekayasa lalu lintas

Dishub DKI Jakarta menjelaskan, arus kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Depok dialihkan melalui dua jalur berikut:

  • Lokasi Kerusakan Jalan berada di Jalan Raya Lenteng Agung sisi Timur (di Depan Gg. Empang), Kota Administrasi Jakarta Selatan
  • Lalu lintas dari arah Pasar Minggu yang akan menuju ke Depok dapat melalui Jalan Raya Lenteng Agung-putar balik (Utara-Utara) di perlintasan sebidang KA (JPL 23)/putaran Universitas Pancasila-Jalan Raya Lenteng Agung-Jalan Moch. Kahfi II-Jalan Tanah Baru-dan seterusnya
  • Atau putar balik di putaran tapal kuda di depan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (Utara-Utara)-Jalan Raya Lenteng Agung-Jalan T.B Simatupang-Jalan Kebagusan Raya atau Jalan Raya Cilandak KKO-Jalan Moh. Kahfi I-dan seterusnya
  • Kendaraan bertonase besar dari arah Utara (Tanjung Barat) yang akan menuju Selatan (Depok) dapat melalui Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Desari
  • Putaran balik (Selatan-Selatan) perlintasan sebidang KA (JPL 23)/putaran Universitas Pancasila dilakukan penutupan secara situasional.

Baca juga: Rano Karno Sebut Jalan Ambles di Lenteng Agung Jaksel Bisa Terjadi di Lokasi Lain

Sementara itu, kendaraan bertonase besar dari arah Tanjung Barat menuju Depok diarahkan untuk menggunakan Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Desari.

Selain itu, putaran balik di perlintasan sebidang KA JPL 23 atau Universitas Pancasila diberlakukan penutupan secara situasional selama proses perbaikan.

Sebelumnya, ruas jalan di sisi timur Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya di depan Gang Empang, ambles pada Kamis (28/5/2026) malam dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas di jalur utama Pasar Minggu–Depok.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut amblesnya jalan dipicu keberadaan saluran lama atau crossing Saluran Penghubung (PHB) Universitas Indonesia di bawah badan jalan.

“Betul bahwa di bawah Jalan Raya Lenteng Agung tersebut terdapat crossing saluran penghubung (PHB) UI berupa honk (saluran lama) dengan lebar kurang lebih 3 meter dan panjang kurang lebih 6 meter,” kata Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Santo, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Pakar Konstruksi Ragukan Istilah Hong Keropos di Lenteng Agung

Saat ini, penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan pelat besi setebal sekitar 25 milimeter di titik jalan yang ambles.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
2 Rumah di Muara Angke Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
2 Rumah di Muara Angke Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Megapolitan
SIM Mati Saat Libur Pancasila? Masih Bisa Diperpanjang Hari Ini
SIM Mati Saat Libur Pancasila? Masih Bisa Diperpanjang Hari Ini
Megapolitan
Nestapa Korban Hanania Travel: Tergiur Rekor MURI, Gagal Umrah, Kini Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Nestapa Korban Hanania Travel: Tergiur Rekor MURI, Gagal Umrah, Kini Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Megapolitan
Tol Jakarta Macet Pagi Ini, Contraflow Diberlakukan di Sejumlah Ruas
Tol Jakarta Macet Pagi Ini, Contraflow Diberlakukan di Sejumlah Ruas
Megapolitan
3 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Belakang Pasar Jiung Kemayoran
3 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Belakang Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kedok Paket Nikah Murah WO Marwah: Tipu 58 Calon Pengantin, Pemilik Ternyata Residivis
Kedok Paket Nikah Murah WO Marwah: Tipu 58 Calon Pengantin, Pemilik Ternyata Residivis
Megapolitan
BMKG: Jakarta Panas Lembap Hari Ini, Sore Potensi Hujan
BMKG: Jakarta Panas Lembap Hari Ini, Sore Potensi Hujan
Megapolitan
PMI Bangun Dua Tenda Darurat untuk Korban Kebakaran Kemayoran Jakpus
PMI Bangun Dua Tenda Darurat untuk Korban Kebakaran Kemayoran Jakpus
Megapolitan
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Megapolitan
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jalan Lenteng Agung Ambles, Berikut Jalur Alternatif yang Berlaku
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat