Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel
Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Dermatitis atopik atau eksim pada anak membutuhkan pendekatan khusus dalam perawatan kulit sehari-hari.
Beberapa kebiasaan yang keliru tanpa disadari menjadi pemicu utama keparahan ruam. Misalnya kebiasaan membiarkan siapa saja menyentuh bayi hingga penggunaan sabun antibakteri.
Padahal, lapisan terluar kulit bayi dengan eksim memiliki pertahanan yang sangat rapuh terhadap perpindahan kuman maupun zat kimia tertentu.
"Gesekan sedikit saja, atau mungkin kena parfum dari orang yang memegang bayi, itu bisa memengaruhi dermatitis atopik kambuh lagi. Sebaiknya mandi dulu atau cuci tangan dulu minimal," tegas dr. Fihzan Ginting, M.Ked (Ped), Sp.A, CBCFF, dalam acara peluncuran kampanye Mustela "Together for Atopic Skin" di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Dampak Eksim Tak Cuma Ganggu Kesehatan Kulit Anak
Sebagian keluarga meyakini sabun antiseptik sangat ampuh membasmi bakteri penyebab gatal pada tubuh anak.
Padahal, kandungan kimia keras seperti triklosan dalam sabun antibakteri akan merusak keseimbangan mikrobiom alami tubuh.
Sabun jenis ini justru mengikis habis sisa kelembapan yang ada, sehingga area kulit kering semakin meradang.
"Penggunaan sabun antiseptik pada anak itu tidak direkomendasikan. Sebaiknya dihindari karena itu akan membuat kulitnya makin kering," ucap dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, kepada Kompas.com.
Baca juga: 8 Fakta Eksim yang Perlu Kamu Ketahui, Pemicu hingga Pencegahan
dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, dalam acara peluncuran kampanye Mustela bertajuk Together for Atopic Skin dan lini Mustela Stelatopia di Jakarta, Kamis (21/5/2026).Untuk anak dengan kondisi atopik, gunakan sabun berformula sangat lembut, yang bisa menjaga keseimbangan pH, tidak memicu alergi, dan bebas tambahan pewangi buatan.
Sensasi sedikit licin setelah mandi justru menjadi pertanda bahwa sabun tersebut berhasil meninggalkan lapisan pelembap guna melindungi kulit.
Baca juga: Mustela Luncurkan Perawatan Kulit Bayi Khusus Dermatitis Atopik
Kekeliruan perawatan berikutnya terjadi pada kebiasaan menjemur bayi di pagi hari, tanpa mempertimbangkan tingkat radiasi ultraviolet.
Menurut dr. Dia, hal tersebut bisa merusak pertahanan kulit bayi. Pada wilayah perkotaan padat seperti Jabodetabek, indeks UV bisa melonjak ke level berbahaya pada pukul 08.45.
"Kalau memang tetap ingin berjemur, sebaiknya dilakukan pada saat indeks UV sedang tidak tinggi. Apalagi kalau misalnya berjemur di jam dua belas siang itu sudah tidak boleh," terang dr. Dia.
Bagi anak yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, perlindungan tabir surya dengan minimal SPF 30 sangat diwajibkan untuk menahan kerusakan kulit.
Baca juga: Dokter IDI: Menjemur Bayi Tidak Bisa Menyembuhkan Penyakit Kuning
Ilustrasi skincare anak.