Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Eksim Tak Cuma Ganggu Kesehatan Kulit Anak

Kompas.com, 23 Mei 2026, 07:00 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Dermatitis atopik pada bayi dan anak awamnya dianggap sebatas masalah kulit kering dan ruam kemerahan saja.

Padahal, peradangan kulit kronis ini menyimpan dampak beruntun yang jauh lebih kompleks dari sekadar rasa gatal.

Menurut dr. Kartika Eda Clearesta, Sp.A  kondisi kulit atopik yang tidak tertangani dengan baik dapat menciptakan efek domino. Ia mencontohkan bayi yang kulitnya terasa gatal cenderung akan rewel dan susah tidur.

"Ketika anak itu kurang tidur, biasanya kesehariannya juga akan terganggu. Seperti mood-nya terganggu, misalnya gampang rewel, kemudian dikit-dikit mengantuk, tidur siangnya jadi lebih panjang. Akhirnya jadi tumbuh kembangnya terganggu," kata dr.Kartika dalam acara yang digelar oleh Mustela di Jakarta (21/5/2026).

Baca juga: Orang dengan Riwayat Atopik Tak Bisa Sembarangan Pakai Skincare, Ini Alasannya

Ancaman eksim pada kualitas hidup anak

Siklus gatal dan gangguan tidur

Gejala paling menyiksa dari dermatitis atopik adalah kemunculan rasa gatal yang tidak berkesudahan, terutama pada malam hari.

Dijelaskan oleh dr. Fihzan Ginting, M.Ked (Ped), Sp.A, kondisi ini dipicu oleh pertahanan kulit yang sangat rentan terhadap paparan eksternal.

"Pada dermatitis atopik, skin barrier-nya rapuh, sehingga kulitnya tadi lebih gampang merah, iritasi. Gesekan sedikit saja bisa memengaruhi dermatitis atopik kambuh lagi," tuturnya di acara yang sama.

Intensitas gatal yang tinggi secara otomatis memotong siklus istirahat anak. Fase tidur lelap yang sangat penting bagi metabolisme dan perbaikan sel tubuh bayi jadi terganggu.

"Sedikit-sedikit bangun, tidurnya tidak nyenyak, dan deep sleep-nya terganggu, akhirnya growth hormone-nya juga terganggu," papar dr. Kartika.

Baca juga: 8 Fakta Eksim yang Perlu Kamu Ketahui, Pemicu hingga Pencegahan

Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

Kurang tidur bikin anak GTM

Anak yang kurang tidur malam, cenderung memanjangkan waktu tidur siangnya karena kelelahan, yang pada akhirnya memotong jam bermain dan masa eksplorasi lingkungan.

Tidak hanya memengaruhi keterampilan motorik akibat berkurangnya stimulasi, rasa kantuk yang berkepanjangan juga dapat membuat nafsu makan turun.

"Anak yang mengantuk terus di pagi sampai sorenya, itu akan mengganggu nafsu makan. Makanya sebagian besar pasien yang datang dengan GTM, kita harus memerhatikan bagaimana siklus tidurnya," jelas dr. Kartika.

Apabila asupan makanan berkurang dalam jangka panjang, indikator pertumbuhan fisik seperti tinggi badan, berat badan, hingga kecerdasan otak, akan langsung mengalami gangguan signifikan.

"Kalau nafsu makannya si kecil itu terganggu pasti mamanya atau papanya juga ikutan pusing. Makanya kita perlu memahami bahwa masalah kulit si kecil itu tidak hanya berdampak ke anaknya, tapi juga ke keluarganya," pungkas dr. Kartika.

Baca juga: Jangan Abaikan, Gangguan Tidur akibat Ruam Popok Bisa Memicu Tantrum dan GTM pada Anak

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Beauty & Grooming
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau