Menurut Maria, teknologi yang digunakan mampu menganalisis bagaimana aroma akan bereaksi di kulit serta bagaimana wangi tersebut bertahan dalam berbagai kondisi.
Hal ini membuat setiap parfum memiliki karakter yang berbeda dan tidak mudah disamakan satu dengan yang lain.
Baca juga: Mengenal Kemenyan yang Disebut Gibran Saat Menyentil Pengguna Parfum LV dan Gucci
Di tengah proses panjang tersebut, Maria juga menyoroti maraknya produk dupe atau tiruan yang beredar di pasaran.
Menurut Maria, tidak jarang parfum yang dikembangkan selama bertahun-tahun dapat dengan cepat ditiru.
Padahal, proses di balik pembuatan parfum luxury melibatkan teknologi, riset, dan pengalaman yang tidak sederhana.
Baca juga: 7 Aroma Parfum yang Menenangkan Pikiran dan Meredakan Stres
“Untuk menciptakan satu aroma parfum tertentu, umumnya butuh waktu dua sampai tiga tahun, sementara ada yang mencoba meniru dalam waktu singkat,” tutur Maria.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa diferensiasi utama terletak pada kualitas, teknologi, serta proses pengembangan yang mendalam.
Pada akhirnya, parfum luxury tidak hanya menawarkan aroma, tetapi juga hasil dari proses panjang yang menggabungkan sains, kreativitas, dan pemahaman terhadap konsumen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang