Editor
KOMPAS.com — Transformasi digital kini tidak hanya menyentuh perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan “UMKM Digital Finance Tour – Surabaya Edition” yang digelar di BG Junction, Surabaya, para pelaku usaha diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan digital untuk mendukung keberlanjutan bisnis mereka.
Mengusung tema “UMKM Go Digital: Bisnis Rapi, Cuan Pasti”, kegiatan hasil kolaborasi SeaBank bersama Kementerian UMKM RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital yang terus bergerak cepat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai solusi digital yang dapat membantu pengelolaan usaha menjadi lebih efisien dan terukur. Salah satunya melalui platform UMKM Pintar, yakni platform pembelajaran gratis yang dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat literasi keuangan, serta memahami pengelolaan usaha yang lebih sehat secara finansial.
Baca juga: Biaya Membesar, Untung Menipis: Masih Layak UMKM Jualan di Marketplace?
Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Kalkulator Pintar, yang membantu pelaku usaha menghitung harga pokok penjualan (HPP), mengelola arus kas, hingga memantau kondisi keuangan usaha secara lebih praktis. Kehadiran fitur ini diharapkan dapat membantu UMKM mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan.
Selain fitur pengelolaan keuangan, platform tersebut juga menyediakan berbagai materi pembelajaran terkait strategi pemasaran digital, pengembangan usaha, hingga penguatan kapasitas bisnis yang dapat diakses secara mandiri oleh para pelaku usaha.
Bagi pemilik usaha Dapoermira, Sumirah, pelatihan ini memberinya perspektif baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dalam menjalankan usaha.
Ia menyadari bahwa pencatatan keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis secara menyeluruh.
Baca juga: Kredit UMKM Tumbuh Tipis, OJK Dorong Akses Pembiayaan Lebih Mudah
“Saya belajar tentang cara mendapatkan pendanaan dan membuat buku kas usaha yang lebih baik. Selama ini, pencatatan keuangan usaha saya masih sangat sederhana, jadi pelatihan ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya,” ujar Sumirah dalam siaran pers yang diterima Kompasc.com, Rabu (13/5/2026).
Pengalaman serupa dirasakan Panca Ningtia Silowati, pemilik brand La Panca. Menurutnya, penggunaan fitur digital membantu pelaku usaha memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, persoalan yang masih kerap dialami banyak UMKM.
“Sebagai pebisnis sering kali catatan keuangan bisnis dan pribadi tercampur, sehingga laporan keuangan usaha menjadi kurang rapi. Dengan pelatihan ini, saya jadi lebih memahami cara mengelola keuangan usaha dengan lebih baik,” kata Panca.
Tak hanya membahas pengelolaan keuangan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai fundamental bisnis di era digital, mulai dari penyusunan Business Model Canvas (BMC), pentingnya identitas visual usaha, hingga strategi pemasaran digital. Materi tersebut disampaikan oleh Digital Marketing & Branding Expert, Ayrton Eduardo Aryaprabawa.
Baca juga: Siasat UMKM Bertahan di 2026, Jaga Arus Kas dan Efisiensi
Sejumlah mitra teknologi seperti ShopeePay, Kasir Pintar, dan Credit Bureau Indonesia juga turut berbagi wawasan mengenai pemanfaatan sistem kasir digital dan pencatatan transaksi secara real-time untuk mendukung operasional usaha yang lebih efisien.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM didorong untuk mulai beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di tengah perubahan pola konsumsi dan ekonomi digital yang terus berlangsung.
Program UMKM Digital Finance Tour sendiri merupakan inisiatif berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas digital pelaku UMKM melalui platform UMKM Pintar agar semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya