KOMPAS.com - PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu), layanan perbankan hasil kolaborasi Astra Financial dan WeLab, terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman dan pelayanan terbaik bagi nasabah.
Sejak bertransformasi pada Mei 2025, Bank Saqu memperluas perannya sebagai bank yang berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui pendekatan yang terintegrasi antara relationship banking dan digital banking.
Langkah strategis itu bertujuan memperkuat sinergi antara dua mesin pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan solusi yang berfokus pada kebutuhan solopreneur, nasabah bisnis, perusahaan mitra, serta pelaku usaha produktif di berbagai sektor.
Direktur Relationship Banking Bank Saqu Hendrik Komandangi mengatakan, hubungan yang baik menjadi dasar utama dalam menjalankan bisnis perbankan.
“Bank Saqu menghadirkan pengalaman perbankan modern yang mudah, andal, dan mendukung pertumbuhan, dengan menjadikan hubungan (relationship) yang baik sebagai dasar utama kami,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Bank Saqu Luncurkan Fitur Set Target, Bantu Nasabah Disiplin Kelola Keuangan
Fokus utama Bank Saqu saat ini adalah pengembangan dua produk unggulan yang terintegrasi ke dalam Bank Saqu Bisnis, yakni Supply Chain Financing (SCF) dan Cash Management System (CMS).
Layanan pertama, SCF, bertujuan mempermudah nasabah melakukan berbagai aktivitas pembiayaan yang berkaitan dengan rantai pasok secara real time, efisien, aman, dan tanpa perlu datang ke bank.
SCF memberikan fleksibilitas bertransaksi dengan sistem keamanan berlapis melalui user ID, password, dan token otorisasi.
Hendrik mengatakan, solusi SCF membantu nasabah mempercepat proses transaksi dan administrasi perbankan, sehingga lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.
“Nasabah dapat memantau arus kas secara lebih optimal untuk mendukung kelancaran aktivitas bisnis mereka,” jelasnya.
Baca juga: PT Bank Jasa Jakarta Resmi Ganti Nama Jadi PT Bank Saqu Indonesia
Layanan kedua, CMS, dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penerimaan, pengeluaran, dan likuiditas secara efisien.
Melalui fitur seperti Automatic API Payment, Virtual Account, dan Payroll Management, CMS menghadirkan efisiensi transaksi, visibilitas arus kas secara real time, serta keamanan berlapis melalui autentikasi multi-level dan otorisasi pengguna.
CMS bertujuan membantu perusahaan meningkatkan pengambilan keputusan keuangan dan mengoptimalkan likuiditas bisnis. Dengan sistem ini, Bank Saqu ingin menjadi mitra andal bagi pelaku usaha dalam mengelola arus kas dan transaksi secara cepat, aman, serta terintegrasi.
Lewat dua solusi tersebut, Bank Saqu berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya efisien dan modern, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam mengelola keuangan dan mempercepat pertumbuhan bisnis mereka.
Baca juga: Indosat dan Bank Saqu Kolaborasi Perluas Inklusi Keuangan Digital
Head of Relationship Banking Business Bank Saqu Susi Riniwati menyebutkan, pihaknya berambisi menjadi mitra strategis yang memahami dinamika bisnis nasabah.
Sebab, Bank Saqu menyadari bahwa semakin banyak perusahaan dan pelaku bisnis yang tidak hanya mencari mitra bank dengan layanan transaksi mumpuni, tetapi juga memahami karakter dan tantangan bisnis mereka.
“Melalui pendekatan personal, kami membantu nasabah menemukan solusi finansial yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan ekspansi mereka,” jelas Susi.
Terkait hal itu, Bank Saqu juga menawarkan berbagai produk dan layanan lain yang dikembangkan untuk nasabah bisnis dan korporasi.
Produk tersebut mencakup layanan pembiayaan usaha, solusi likuiditas, serta kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan mitra.
Baca juga: Dorong Kebiasaan Menabung, Bank Saqu Remake Lagu Legendaris Menabung Ciptaan Titiek Puspa
Seluruh inisiatif itu diarahkan untuk memperkuat fondasi bisnis korporasi Bank Saqu dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Bank Saqu juga terus mendorong kemitraan pembiayaan, seperti joint financing, guna memberikan akses dan kapasitas pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Direktur Relationship Banking Bank Saqu Hendrik Komandangi. Untuk diketahui, Hendrik Komandangi resmi menjabat sebagai Direktur Relationship Banking PT Bank Saqu Indonesia sejak 17 Juni 2025, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 April 2025.
Keputusan itu disahkan setelah Hendrik lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penunjukan Hendrik menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan bagi segmen bisnis dan korporasi yang menjadi pilar utama pertumbuhan Bank Saqu.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri perbankan, khususnya di bidang small and medium enterprises (SME) dan commercial banking, Hendrik membawa visi untuk memperluas kapasitas layanan serta memperdalam hubungan dengan nasabah bisnis.
Didukung oleh dua pemegang saham kuat, Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu terus berkomitmen menjadi katalisator bagi solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia.
Baca juga: Bank Saqu Bidik Rasio Dana Murah Tembus 50 Persen
Pendekatan relationship banking yang kolaboratif dan berbasis teknologi akan menjadi fondasi penting dalam menghubungkan solusi digital Bank Saqu dengan kebutuhan dunia usaha.
Ke depan, Bank Saqu bertekad untuk terus berinovasi menghadirkan solusi relevan bagi pelaku bisnis, memperkuat kolaborasi lintas industri, dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional.