Angkutan Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Korban Meninggal Dunia Turun 31,19 Persen

Kompas.com - 30/03/2026, 17:49 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 mencatatkan rapor positif dari sisi keselamatan. Di tengah meningkatnya arus mudik dan balik 2026, angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban jiwa justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan mobile positioning data (MPD), Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa 147,55 juta orang melakukan perjalanan selama periode 13-29 Maret 2026, meningkat 2,53 persen dari survei yang menunjukkan 143,92 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Dudy saat menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026/1447 Hijriah (H) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), Jakarta, Senin (30/3/2026).

Sementara itu, data Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026 sebanyak 3.517 kejadian, menurun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.754 kejadian.

Baca juga: Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026 Menurun

Fatalitas kecelakaan juga menurun 31,19 persen, dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebanyak 300 jiwa. Angka ini lebih rendah dibandingkan Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat menelan 436 korban jiwa.

Dudy menegaskan bahwa penurunan fatalitas dan angka kecelakaan lalu lintas patut disyukuri. Meski demikian, hal tersebut juga harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan.

"Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Dudy menambahkan, strategi penguatan keselamatan Angkutan Lebaran 2026 dilakukan secara berlapis, mulai dari pelaksanaan ramp check, pengawasan di lapangan, pengendalian lalu lintas terintegrasi, hingga pemanfaatan teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan respons terhadap dinamika lalu lintas secara real-time.

Baca juga: Pemerintah Diminta Tambah Anggaran Keselamatan Jalan

Peningkatan penumpang transportasi umum

Grafik mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026.Dok. Kemenhub Grafik mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Selain fokus pada keselamatan pengguna jalan, Dudy mengatakan bahwa pihaknya juga terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026.

"Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," tegasnya.

Dudy menyebut, jumlah penumpang transportasi umum meningkat 10,87 persen dibandingkan Angkutan Lebaran 2025, dari 21,23 juta penumpang menjadi 23,54 juta penumpang. Berikut rincian peningkatan jumlah penumpang per moda transportasi:

  • Angkutan jalan naik 11,64 persen, dari 3,49 juta penumpang menjadi 3,89 juta
  • Angkutan laut naik 9,86 persen, dari 1,84 juta penumpang menjadi 2,02 juta
  • Angkutan udara naik 6,97 persen, dari 4,47 juta penumpang menjadi 4,77 juta
  • Kereta api naik 10,13 persen, dari 6,64 juta penumpang menjadi 7,31 juta
  • Penyeberangan naik 15,36 persen, dari 4,79 juta penumpang menjadi 5,52 juta

Baca juga: Stasiun Rangkasbitung Jadi Tujuan Favorit Pemudik Lokal, Peningkatan Penumpang 60 Persen

Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut, Dudy menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Apresiasi diberikan kepada segenap jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Kemenhub, pemerintah daerah (pemda), kementerian/lembaga terkait, serta operator transportasi di semua moda.

Menurut Dudy, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan kerja bersama yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antarkementerian/lembaga, pemda, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar," tuturnya.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara YIA Capai 17.328 Penumpang, Melebihi Arus Mudik

Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh lembaga pemberitaan, media massa, dan para jurnalis nasional, yang telah menyampaikan informasi secara lengkap dan jujur selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Berkat peran mereka, masyarakat dapat memperoleh informasi secara akurat dan lengkap mengenai situasi perjalanan mudik dan balik.

"Dan tentu saja, saya harus menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi arahan petugas serta berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan," ucap Dudy.

Sebagai informasi, penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 turut dihadiri oleh Wakil Menhub (Wamenhub) Suntana, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, serta seluruh pejabat tinggi madya di Kemenhub.

Baca juga: Menhub Tutup Posko Lebaran 2026, Jumlah Pemudik Capai 147,55 Juta

Terkini Lainnya
Lampaui Target, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik

Lampaui Target, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik

Kemenhub
Angkutan Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Korban Meninggal Dunia Turun 31,19 Persen

Angkutan Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Korban Meninggal Dunia Turun 31,19 Persen

Kemenhub
Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Menhub Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikampek

Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Menhub Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikampek

Kemenhub
Masih Ada Truk Melintas Saat Larangan Berlaku, Menhub Minta Pengusaha Patuh

Masih Ada Truk Melintas Saat Larangan Berlaku, Menhub Minta Pengusaha Patuh

Kemenhub
Kemenhub: Truk Sumbu Tiga ke Atas Wajib Patuhi Pembatasan Operasional Selama Angkutan Lebaran

Kemenhub: Truk Sumbu Tiga ke Atas Wajib Patuhi Pembatasan Operasional Selama Angkutan Lebaran

Kemenhub
Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 4 Pelabuhan Penyeberangan Jawa–Sumatera

Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 4 Pelabuhan Penyeberangan Jawa–Sumatera

Kemenhub
Jelang Nataru 2025/2026, Menhub Tinjau Kesiapan Simpul Transportasi di Jateng

Jelang Nataru 2025/2026, Menhub Tinjau Kesiapan Simpul Transportasi di Jateng

Kemenhub
Kemenhub Buka 33.000 Kuota Mudik Gratis Nataru, Menhub Dudy Imbau Warga Segera Daftar

Kemenhub Buka 33.000 Kuota Mudik Gratis Nataru, Menhub Dudy Imbau Warga Segera Daftar

Kemenhub
Menhub: 35.000 Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat pada Nataru 2025/2026

Menhub: 35.000 Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat pada Nataru 2025/2026

Kemenhub
Avsec Bandara IWIP Amankan

Avsec Bandara IWIP Amankan "Dangerous Goods" di Penerbangan Weda-Manado

Kemenhub
Kemenhub: Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025, Jumlah Pemudik Capai 17,18 Juta Orang

Kemenhub: Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025, Jumlah Pemudik Capai 17,18 Juta Orang

Kemenhub
Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Libur Nataru 2025/2026

Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Libur Nataru 2025/2026

Kemenhub
Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Beroperasi, Mampu Layani 380 Ribu Penumpang per Hari Setara Kapasitas Lebih dari 1.000 Pesawat Boeing 737

Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Beroperasi, Mampu Layani 380 Ribu Penumpang per Hari Setara Kapasitas Lebih dari 1.000 Pesawat Boeing 737

Kemenhub
Bukan Sekadar Aturan, Kemenhub Targetkan Perubahan Perilaku lewat Program Zero ODOL

Bukan Sekadar Aturan, Kemenhub Targetkan Perubahan Perilaku lewat Program Zero ODOL

Kemenhub
8 Lokomotif Seberat 684 Ton Lintasi Rel Layang Simpang Joglo, Solo, Ini Hasilnya

8 Lokomotif Seberat 684 Ton Lintasi Rel Layang Simpang Joglo, Solo, Ini Hasilnya

Kemenhub
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com