Anggaran Naik Jadi Rp 75 Juta, Pemkot Tangsel Targetkan Bedah 329 RTLH pada 2026

Kompas.com - 19/05/2026, 12:05 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggulirkan program bedah rumah untuk masyarakat prasejahtera.

Sepanjang 2026, Pemkot Tangsel menargetkan perbaikan 329 rumah tidak layak huni (RTLH) agar menjadi hunian yang sehat, aman, dan layak.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dia menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan pengajuan warga, sistem prioritas, dan tingkat kelayakan rumah.

“Yang diajukan sebenarnya lebih dari 1.000 unit, tetapi tahun ini kami mendapatkan pagu anggaran untuk 329 unit,” ujar Benyamin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Pemkot Tangsel Bantu Lunasi Tunggakan RS Korban Penusukan Rp 16 Juta

Hal itu disampaikan Benyamin usai serah terima rumah milik Tomasrulloh, penerima bantuan program bedah rumah di kawasan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel, Kamis (7/5/2026).

Dia menjelaskan, anggaran perbaikan rumah pada 2026 meningkat menjadi Rp 75 juta per unit dari sebelumnya Rp 71 juta.

Dengan anggaran tersebut, rumah yang direnovasi akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, fasilitas listrik, lantai keramik, hingga pompa air.

“Awalnya Rp 71 juta, kemudian naik menjadi Rp 75 juta,” tutur Benyamin.

Dia menambahkan, proses pembangunan satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, termasuk pembongkaran bangunan lama yang berlangsung sekitar satu pekan.

Baca juga: Waspada Hantavirus, Dinkes Tangsel Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Lebih lanjut, Benyamin mengatakan, program tersebut memprioritaskan aspek kelayakan hunian, kesehatan lingkungan, serta kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Kami tidak melihat aspek selain kelayakan dan kesehatan, serta tentunya status ekonomi keluarga yang bersangkutan,” paparnya.

Adapun pengajuan bantuan bedah rumah dilakukan melalui ketua RT dan kelurahan sebelum diverifikasi lebih lanjut oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimta Kota Tangsel Robby Cahyadi mengatakan, penilaian rumah tidak layak huni mencakup aspek sanitasi dan keamanan konstruksi bangunan.

“Untuk rumah tidak layak huni, ada kriterianya, seperti sanitasi dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuninya,” jelasnya.

Baca juga: Menengok Kondisi Rumah Lawan Covid di Tangsel: Dulu Rawat Banyak Jiwa, Kini Tinggal Puing

Selain dua aspek tersebut, syarat utama penerima bantuan adalah memiliki tanah atau hak milik pribadi.

“Jangan sampai rumah yang dibangun ternyata berdiri di atas tanah milik orang lain atau bangunan liar,” tutur Robby.

Hingga 2026, sekitar 2.800 unit rumah telah diperbaiki Pemkot Tangsel melalui program bedah RTLH yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan hunian yang sehat dan layak bagi masyarakat.

Baca juga: Tangsel Targetkan Groundbreaking PSEL Cipeucang Akhir 2026, Investasi Capai Rp 1,2 Triliun

Terkini Lainnya
Jelang Idul Adha 1447 H, Walkot Tangsel Imbau Masyarakat Gunakan Wadah Ramah Lingkungan

Jelang Idul Adha 1447 H, Walkot Tangsel Imbau Masyarakat Gunakan Wadah Ramah Lingkungan

Tangerang Selatan
Tangsel Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Walkot Benyamin Ajak Warga Hapus Stigma ODHA

Tangsel Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Walkot Benyamin Ajak Warga Hapus Stigma ODHA

Tangerang Selatan
Anggaran Naik Jadi Rp 75 Juta, Pemkot Tangsel Targetkan Bedah 329 RTLH pada 2026

Anggaran Naik Jadi Rp 75 Juta, Pemkot Tangsel Targetkan Bedah 329 RTLH pada 2026

Tangerang Selatan
Oase Baru di Ciputat Timur, Alun-alun Pondok Ranji Jadi Magnet Ruang Bermain Ramah Anak

Oase Baru di Ciputat Timur, Alun-alun Pondok Ranji Jadi Magnet Ruang Bermain Ramah Anak

Tangerang Selatan
Waspada Hantavirus, Dinkes Tangsel Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Waspada Hantavirus, Dinkes Tangsel Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Tangerang Selatan
Transformasi Digital Kian Mendesak, Pemkot Tangsel Luncurkan “Tangsel One”

Transformasi Digital Kian Mendesak, Pemkot Tangsel Luncurkan “Tangsel One”

Tangerang Selatan
Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Fokus Perbaikan Layanan dan Ketahanan Kota

Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Fokus Perbaikan Layanan dan Ketahanan Kota

Tangerang Selatan
Pemkot Tangsel Borong Penghargaan Nasional, Cerminan Efektivitas Program Pembangunan

Pemkot Tangsel Borong Penghargaan Nasional, Cerminan Efektivitas Program Pembangunan

Tangerang Selatan
Perluas Akses Pelayanan Kesehatan Gratis, Pemkot Tangsel Luncurkan “Ngider Sehat Premium”

Perluas Akses Pelayanan Kesehatan Gratis, Pemkot Tangsel Luncurkan “Ngider Sehat Premium”

Tangerang Selatan
HUT Ke-17 Tangsel, Wali Kota Benyamin: Momentum Refleksi Capaian Pembangunan

HUT Ke-17 Tangsel, Wali Kota Benyamin: Momentum Refleksi Capaian Pembangunan

Tangerang Selatan
Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Tangerang Selatan
Catatan Prestasi Kota Tangsel yang Kini Merayakan HUT Ke-15

Catatan Prestasi Kota Tangsel yang Kini Merayakan HUT Ke-15

Tangerang Selatan
DIhadiri Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Tangsel Bersholawat Kirimkan Doa untuk Rakyat Palestina

DIhadiri Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Tangsel Bersholawat Kirimkan Doa untuk Rakyat Palestina

Tangerang Selatan
 Warga Protes Lingkungan Bau dan Kotor, DPRD Serang Akan Hentikan Kerja Sama dengan TPSA Cilowong

Warga Protes Lingkungan Bau dan Kotor, DPRD Serang Akan Hentikan Kerja Sama dengan TPSA Cilowong

Tangerang Selatan
Sukses Digelar, Tangsel Marathon 2023 Diikuti 5.000 Peserta

Sukses Digelar, Tangsel Marathon 2023 Diikuti 5.000 Peserta

Tangerang Selatan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com