KOMPAS.com - Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, semakin mendesak.
Pernyataan tersebut disampaikan Faiz saat memimpin kegiatan penjajakan minat pasar ( market sounding) terkait proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum ( KPBU APJU) Kabupaten Batang, di Jakarta, Senin (18/5/2025).
Menurut Faiz, tingginya angka kecelakaan lalu lintas membuat proyek APJU menjadi semakin krusial. Pada 2024, jumlah kecelakaan tercatat mencapai 520 kasus dan meningkat menjadi hampir 550 kasus pada 2025.
Selain itu, penerangan jalan juga dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, khususnya perempuan yang bekerja pada shift malam di kawasan industri Batang.
Baca juga: China Investasi Rp 36,4 Triliun di Kawasan Industri Batang
Saat ini, layanan PJU di Batang baru mencakup sekitar 4.000 lampu dari total kebutuhan 13.000 titik atau sekitar 37 persen.
"Jika setiap tahun kita hanya bisa mengadakan 100 titik PJU baru, masa masyarakat harus menunggu 90 tahun? Kita pasti akan semakin tertinggal dan masyarakat harus merasakan kondisi yang tidak aman ketika malam hari," ujar Faiz dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Faiz menilai pembangunan infrastruktur APJU akan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Selama ini, minimnya penerangan jalan membatasi aktivitas ekonomi warga setelah malam hari. Dengan hadirnya APJU di jalan protokol dan akses menuju kawasan industri, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih lama.
Baca juga: Ini Alasan Lampu Penerangan Jalan Tol Tidak Dipasang di Sepanjang Ruas
Faiz menambahkan, operasional pabrik yang berjalan dua hingga tiga shift juga berpotensi menghidupkan ekosistem usaha di sekitarnya.
“Warung makan di sekitar pabrik bisa didatangi pekerja, potensi pendapatan bertambah, dan kebutuhan tenaga kerja juga meningkat karena aktivitas ekonomi ikut tumbuh,” jelasnya.
Menurut Faiz, meningkatnya perputaran ekonomi tersebut akan berdampak positif terhadap pendapatan daerah.
Secara teknis, proyek APJU ditargetkan menjangkau sekitar 8.500 titik jalan dengan total 9.387 lampu yang tersebar di jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.
Baca juga: Tak Boleh Asal, Ini 6 Jenis Lampu yang Bikin Rumah Lebih Nyaman
Selain lampu penerangan, sejumlah titik strategis juga akan dilengkapi dengan 150 titik kamera pengawas (CCTV), sensor kualitas udara, dan sensor banjir.
Proyek APJU tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Batang 2025–2029 melalui program “Batang Terang”.
Program itu juga mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang menilai persoalan penerangan jalan dapat dipercepat penyelesaiannya melalui skema KPBU APJU.
Sebagai informasi, kegiatan market sounding tersebut dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai sektor, mulai dari investor, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan.
Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), pimpinan DPRD Kabupaten Batang, serta perwakilan Kemenkeu, Kemendagri, dan Bappenas.
Baca juga: Airlangga Ungkap Kabupaten Batang Akan Dibuat Jadi Shenzhen Versi Indonesia
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperrida) Kabupaten Batang Bagus Pambudi menyampaikan bahwa agenda market sounding merupakan keluaran utama dari tahap penyiapan proyek setelah proses perencanaan rampung.
Ia menjelaskan, terdapat empat tujuan utama dari penjajakan tersebut, yaitu menyampaikan skema proyek, mengukur ketertarikan pasar, mengumpulkan masukan para pelaku usaha, serta mempersiapkan mereka menuju tahap lelang.
Jika berjalan sesuai rencana, pengumuman lelang proyek APJU akan dimulai pada Juli 2026. Sementara itu, penetapan pemenang dan penandatanganan kerja sama dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Bagus berharap, tahap konstruksi proyek dapat dimulai pada Desember 2026 dan dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Menjemput Senja di Pesisir Utara Kabupaten Batang
"50 persen titik lampu yang menjadi ruang lingkup KPBU akan selesai April 2027, (sementara) 50 persen lainnya diharapkan selesai Juli 2027," ungkap Bagus.
Proyek berskala besar tersebut diproyeksikan menelan biaya konstruksi sekitar Rp 153 miliar dengan biaya operasional mencapai Rp 3,4 miliar per tahun.
Bagus menambahkan, skema pengembalian investasi akan menggunakan mekanisme pembayaran berbasis ketersediaan layanan (availability payment).
Dengan masa konsesi selama 10,5 tahun yang terdiri dari enam bulan masa konstruksi dan 10 tahun masa pemeliharaan, proyek KPBU APJU diharapkan menjadi lompatan besar bagi Kabupaten Batang untuk mewujudkan daerah yang terang, aman, pintar, dan ramah investasi.
Baca juga: Investor Korsel Bangun Pabrik di KEK Batang, Target Serap 6.000 Pekerja