Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Kompas.com - 30/05/2026, 19:38 WIB
Ruby Rachmadina,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, perusahaan butuh tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Menjawab tantangan tersebut, melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Pemprov DKI Jakarta memperkuat berbagai program pelatihan kerja agar warga memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, peningkatan keterampilan menjadi kunci penting dalam membuka akses kerja bagi masyarakat.

“Masyarakat yang mempunyai skill akan mempermudah mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengangguran,” kata Syaripudin saat menjawab pertanyaan secara tertulis kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Pelatihan datang langsung ke lingkungan warga

Salah satu program yang dijalankan adalah Mobile Training Unit atau MTU. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan pelatihan kerja yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Syaripudin menjelaskan, MTU berbeda dengan pelatihan kerja konvensional. Melalui program ini, pelatihan tidak hanya dilakukan di pusat pelatihan, tetapi juga datang langsung ke lingkungan warga.

Konsep jemput bola memungkinkan warga ikut pelatihan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar atau meninggalkan aktivitas harian dalam waktu lama.

Program ini menyasar antara lain pencari kerja, ibu rumah tangga, dan warga berpenghasilan rendah yang selama ini sulit menjangkau balai latihan kerja formal.

Menurut Syaripudin, jenis pelatihan dalam program MTU juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan potensi ekonomi lokal.

“Pemerintah dapat menyesuaikan jenis keterampilan yang diberikan dengan potensi ekonomi lokal, seperti tata boga, menjahit, desain grafis, servis kendaraan, maupun keterampilan digital lainnya,” ujarnya.

Mulai 2026, peserta pelatihan MTU juga akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Selain MTU, Pemprov DKI Jakarta juga mengoptimalkan peran Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). Program pelatihan di PPKD diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan industri.

Saat ini, sejumlah pelatihan yang banyak diminati warga antara lain teknisi AC, tata boga, penjahitan busana, dan barista.

Namun, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor digital, Disnakertransgi DKI Jakarta mulai memperbanyak pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan digital.

“Kejuruan MTU baru yang sesuai dengan industri digital di antaranya adalah junior content creator, digital marketing dasar, video editor, hingga desainer grafis muda,” kata Syaripudin.

Pelatihan bahasa asing juga mulai dikembangkan, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dan Bahasa Mandarin.

Menurut Syaripudin, seluruh pelatihan yang dilakukan PPKD juga telah dilengkapi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Semua pelatihan yang dilakukan oleh PPKD mendapatkan sertifikasi kompetensi BNSP yang akan memperkuat kredibilitas pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kejuruannya,” urainya.

Perluasan akses kerja lewat magang

Upaya peningkatan keterampilan juga diperkuat dengan kerja sama bersama perusahaan swasta dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Disnakertransgi DKI Jakarta menggandeng dunia usaha untuk membuka akses rekrutmen langsung, job matching, hingga program pemagangan.

Pada 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan 1.000 peserta magang dengan target penempatan kerja sebesar 70 persen.

“Peran perusahaan swasta sangat dominan dalam pelaksanaan magang tahun 2026,” ucap Syaripudin.

Ia menyebutkan, sektor yang paling banyak terlibat dalam program magang berasal dari manufaktur, ritel, perhotelan, food and beverage service, transportasi, dan perbankan.

Selain perusahaan swasta, tiga BUMD DKI Jakarta juga ikut terlibat, yakni Bank Jakarta, PT Transportasi Jakarta, dan PT Dharma Jaya.

Meski berbagai program telah disiapkan, Syaripudin mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri.

Kesenjangan itu semakin terasa seiring pesatnya transformasi digital di berbagai sektor perekonomian.

“Kesenjangan keterampilan ini terjadi akibat perkembangan transformasi digital yang pesat pada berbagai sektor perekonomian sehingga tenaga kerja perlu melakukan peningkatan kapasitas reskilling dan upskilling secara berkelanjutan,” kata Syaripudin.

Karena itu, Disnakertransgi DKI Jakarta terus memperbarui kurikulum pelatihan agar tetap sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan perkembangan teknologi.

Pengamat ekonomi Arifki menilai, program pelatihan kerja seperti MTU dan PPKD sudah berada di jalur yang tepat karena berupaya menyiapkan tenaga kerja siap pakai.

“Menurut saya, program pelatihan kerja seperti MTU dan PPKD ini sudah berada di jalur yang tepat, terutama karena pemerintah mulai fokus menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai,” kata Arifki.

Namun, ia mengingatkan agar materi pelatihan terus diperbarui mengikuti kebutuhan dunia usaha.

“Jangan sampai pelatihannya masih mengajarkan keterampilan yang sudah tidak terlalu dibutuhkan pasar kerja saat ini,” jelasnya.

Menurut Arifki, pelatihan kerja juga perlu dibarengi penguatan soft skill, seperti komunikasi, kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, dan adaptasi terhadap teknologi.

Ia juga menilai, keberhasilan program pelatihan kerja perlu diukur secara jelas agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Agar pelatihan kerja tidak hanya seremonial, ukurannya harus jelas. Misalnya berapa persen lulusan yang benar-benar mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha setelah pelatihan selesai,” kata Arifki.

Dengan penguatan pelatihan berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, dan perluasan kerja sama dengan dunia usaha, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjembatani pencari kerja dengan peluang kerja yang lebih relevan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membantu warga memperoleh pekerjaan, tetapi juga mendorong lahirnya tenaga kerja yang lebih adaptif di tengah perubahan dunia industri.

 

Terkini Lainnya
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com