KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

Kompas.com - 30/05/2026, 20:48 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Udara pagi di Garut selalu menghadirkan suasana khas. Hamparan sawah, kebun sayur, dan pegunungan menjadi bagian dari keseharian masyarakat di wilayah tersebut.

Dari daerah yang dikenal subur itu, berbagai aktivitas dimulai sejak dini hari. Petani memanen hasil kebun, pedagang bersiap membawa barang dagangan, sementara sebagian warga memulai perjalanan menuju kota lain.

Di tengah mobilitas tersebut, KA Cikuray hadir sebagai salah satu pilihan transportasi masyarakat.

Kereta api ekonomi bersubsidi public service obligation (PSO) dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI ini membuka akses perjalanan yang lebih terjangkau.

Baca juga: KAI Beri Diskon Tiket 20 Persen untuk Lansia saat HLUN, Catat Cara Daftarnya

Dengan tarif relasi terjauh Garut- Pasar Senen sebesar Rp 45.000, KA Cikuray banyak dimanfaatkan pelajar, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, wisatawan, serta masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota untuk berbagai keperluan.

Minat masyarakat terhadap KA Cikuray juga terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Pada relasi Garut-Pasar Senen atau KA 299, jumlah pelanggan meningkat dari 157.735 pada 2022 menjadi 272.648 pelanggan pada 2023. Angka itu naik 72,85 persen.

Baca juga: Transaksi Tiket KAI Tembus 7,2 Juta, Pelanggan Makin Andalkan Aplikasi

Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 305.959 pelanggan pada 2024 atau naik 12,22 persen. Pada 2025, jumlah pelanggan mencapai 313.926 orang atau bertambah 2,60 persen.

Pertumbuhan juga terjadi pada relasi sebaliknya, yakni Pasar Senen-Garut atau KA 300. Jumlah pelanggan naik dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 orang pada 2023 atau meningkat 78,65 persen.

Pada 2024, jumlah pelanggan kembali bertambah menjadi 285.130 orang atau naik 17,77 persen. Sementara itu, pada 2025, jumlah pelanggan mencapai 301.797 orang atau meningkat 5,85 persen. Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 pelanggan sepanjang 2022 hingga 2025.

Baca juga: KAI: 911.176 Tiket Ludes Terjual Saat Libur Idul Adha dan Hari Pancasila

Adapun selama Januari hingga April 2026, KA Cikuray melayani 211.498 pelanggan. Jumlah itu terdiri dari 107.459 pelanggan pada relasi Garut-Pasar Senen dan 104.039 pelanggan pada relasi Pasar Senen-Garut.

Dengan demikian, sejak 2022 hingga April 2026, KA Cikuray telah melayani 2.226.342 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa KA Cikuray semakin menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di wilayah yang dilaluinya.

“KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, serta masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat,” ujar Anne dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).

Dalam perjalanannya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian. Stasiun tersebut meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, serta Pasar Senen.

Setiap stasiun memiliki karakter dan peran berbeda dalam menggerakkan kehidupan masyarakat.

Garut, Cibatu, dan Leles dikenal dengan aktivitas pertanian dan perdagangan yang tumbuh di tengah udara pegunungan yang sejuk.

Memasuki Bandung Raya, perjalanan berlanjut menuju Kiaracondong, Bandung, dan Cimahi yang menjadi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, serta ekonomi kreatif.

Setelah itu, KA Cikuray melayani Purwakarta yang berkembang sebagai daerah wisata dan perdagangan.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Cikampek, Karawang, dan Cikarang yang dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.

Menjelang akhir perjalanan, KA Cikuray berhenti di Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Rute tersebut kemudian berakhir di Pasar Senen.  Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di ibu kota.

Tawarkan pengalaman menarik

Bagi pelanggan, perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menghadirkan pengalaman tersendiri.

Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan, lahan pertanian, serta hamparan kebun sayur yang menjadi ciri khas Garut.

Kondisi alam yang sejuk dan tanah yang subur menjadikan Garut sebagai salah satu daerah penghasil komoditas hortikultura di Jawa Barat.

Berbagai hasil bumi, seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, dan aneka sayuran dataran tinggi tumbuh di wilayah tersebut.

KA Cikuray.DOK. KAI. KA Cikuray.

Hasil panen itu setiap hari bergerak menuju berbagai kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Anne menuturkan, hubungan antara daerah penghasil hasil bumi dan kota-kota tujuan akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah penghasil,” ujar Anne.

Perjalanan KA Cikuray memperlihatkan bagaimana satu jalur kereta api dapat menghubungkan daerah dengan karakter yang berbeda.

Dari wilayah pertanian yang sejuk di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta, semuanya terhubung dalam satu perjalanan.

“Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka,” tuturnya.

Terkini Lainnya
KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

Kereta Api Indonesia
KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

Kereta Api Indonesia
Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kereta Api Indonesia
Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Kereta Api Indonesia
KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

Kereta Api Indonesia
KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Kereta Api Indonesia
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Kereta Api Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com