Kenalkan Anak Muda Rehabilitasi Mangrove, BRGM gelar Youth Mangrove Action

Kompas.com - 27/10/2024, 11:49 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Generasi muda memiliki peran penting dalam pemulihan ekosistem mangrove berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove ( BRGM) menyelenggarakan "Youth Mangrove Action: Jaga Mangrove, Lestarikan Bumi" di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (22/10/2024) hingga Jumat (25/10/2024).

Acara tersebut diikuti 15 peserta berusia 15-25 tahun yang berasal dari Relawan Mangrove SMA Negeri 8 Balikpapan serta volunteer mangrove dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Untuk diketahui, Youth Mangrove Action digelar untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi aktif anak muda terlibat langsung dalam pemulihan ekosistem mangrove. Acara ini juga menjadi sarana berdiskusi terkait inovasi rehabilitasi mangrove.

Baca juga: BRGM: Pembangunan Harus Dibarengi dengan Konservasi agar Sustain”

BRGM melalui kegiatan tersebut sudah dua kali melibatkan anak muda dalam restorasi ekosistem basah, gambut, dan mangrove.

Kepala Kelompok Kerja Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat Didy Wurjanto mengatakan,Youth Mangrove Action bertujuan memberikan ruang kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi mangrove.

“Kami berharap, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut bisa membagikan pengetahuan dan menerapkannya di masing - masing daerah atau komunitas yang mereka ikuti," ucap Didy dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (27/10/2024).

Pada kegiatan tersebut, para peserta mengikuti serangkaian aktivitas menarik, seperti mengunjungi SMA Negeri 8 Balikpapan sebagai contoh penerapan pelestarian ekosistem mangrove tingkat sekolah.

Para peserta juga menjelajahi Ibukota Nusantara (IKN), yang mengedepankan konsep forest city, menyusuri hutan mangrove di Desa Mentawir, serta mengikuti ragam permainan interaktif.

Baca juga: Sinergi Antarsektor, BRGM Gelar Sosialisasi Perencanaan dan Perlindungan Mangrove di Deli Serdang

Acara tersebut dihadiri pegiat lingkungan di Kaltim yang menerima penghargaan Kalpataru pada 2017, Agus Bei. Ia memberikan pengetahuan terkait ekosistem mangrove dan cara pelestariannya.

Agus mengatakan, pelestarian ekosistem ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Menurutnya, butuh puluhan tahun untuk mengembalikan fungsi ekosistem mangrove.

Ia mengapresiasi kehadiran BRGM bersama peserta volunteer Youth Mangrove Action untuk mempelajari ekosistem mangrove dan manfaatnya di wilayah pesisir.

“Saya berharap, peserta dapat menyebarluaskan potensi mangrove kepada masyarakat luas,"ujar Agus.

Agus Bei telah melakukan rehabilitasi mangrove sejak 2001. Mulanya, ia tergerak memulihkan ekosistem mangrove berawal dari masuknya air rob ke pemukiman warga.

Hilangnya hutan mangrove mengakibatkan angin besar dari arah laut. Akibatnya, gelombang air laut menghantam pemukiman secara langsung dan merusak kurang lebih 300 pemukiman warga.

Melalui swadaya mandiri, Agus bersama masyarakat setempat mulai melakukan penanaman serta perawatan mangrove. Selanjutnya, Agus dan masyarakat setempat memetik hasil kerja kerasnya pada 2010. Mangrove yang terawat dengan baik menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Agus Bei menjelaskan kepada peserta terkait ekosistem mangrove dan pengelolaannya. Dok. BRGM. Agus Bei menjelaskan kepada peserta terkait ekosistem mangrove dan pengelolaannya.

Bahkan, pemerintah daerah meresmikan hutan mangrove yang direhabilitasi Agus menjadi tempat wisata Mangrove Center Graha Indah pada 2010.

Selain mendapatkan pengetahuan terkait rehabilitasi mangrove, peserta juga diajarkan menulis ala citizen journalism. Pelatihan ini digelar agar para peserta mampu mengelola informasi dengan baik melalui situs web, blog, dan media sosial.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta menyusuri Desa Wisata Mangrove Mentawir didampingi Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun, Lamale.

Lamale bersama anggota kelompoknya mengelola produk olahan mangrove berupa dodol, teh mangrove, kopi mangrove, dan sirup mangrove selain mengelola Desa Wisata Mangrove. Selanjutnya, peserta diajak untuk terlibat dalam mengolah sirup mangrove.

Baca juga: BRGM: Restorasi Permanen Jadi Solusi Pemulihan Ekosistem Gambut Berkelanjutan

Lamale mengapresiasi antusias peserta, Ia berharap, peserta Youth Mangrove Center bisa menyebarluaskan informasi kepada masyarakat terkait upaya masyarakat dalam rehabilitasi mangrove. Ia mengaku kagum dengan semangat peserta Youth Mangrove Action.

“Saat ini, kami membutuhkan bantuan anak muda untuk lebih peduli pada mangrove. Mereka dapat membantu kami mengenalkan produk mangrove kami lebih luas," ujar Lamale.

Salah satu peserta Youth Mangrove Action, Subhannudin, mengatakan bahwa kegiatan Youth Mangrove Action bisa menambah pengetahuan baru dan pengalaman terjun langsung melihat ekosistem mangrove dan berinteraksi dengan pegiat lingkungan.

Menurutnya, Youth Mangrove Action bukan hanya kegiatan volunteer biasa. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal kegiatan rehabilitasi mangrove dan berinteraksi dengan para pegiat mangrove lebih dekat.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuknya. Ia akan membagikan pengalaman ini melalui platform media citizen journalism dan media sosialnya.

“Saya berharap, BRGM bisa menyelenggarakan Youth Mangrove Action bersama anak muda setiap tahun. Tujuannya, untuk mengenal ekosistem mangrove lebih dekat," tutur Subhandudin.

Terkini Lainnya
Lewat M4CR di Sumut, BRGM Percepat Pelaksanaan Rehabilitasi 6.078 Hektar Mangrove

Lewat M4CR di Sumut, BRGM Percepat Pelaksanaan Rehabilitasi 6.078 Hektar Mangrove

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Kesiapan Guru Jadi Kunci Integrasi Edukasi Mangrove dalam Kurikulum Merdeka di Sumut

Kesiapan Guru Jadi Kunci Integrasi Edukasi Mangrove dalam Kurikulum Merdeka di Sumut

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
BRGM Raih Medali Perak untuk Kinerja Geospasial dalam Restorasi Ekosistem

BRGM Raih Medali Perak untuk Kinerja Geospasial dalam Restorasi Ekosistem

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Kenalkan Anak Muda Rehabilitasi Mangrove, BRGM gelar Youth Mangrove Action

Kenalkan Anak Muda Rehabilitasi Mangrove, BRGM gelar Youth Mangrove Action

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI

"YCFest2024", Anak Muda Bergerak Selamatkan Mangrove dan Gambut di Desa Lukit

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Manfaat Rehabilitasi Mangrove untuk Kesejahteraan Masyarakat Lewat Silvofishery 

Manfaat Rehabilitasi Mangrove untuk Kesejahteraan Masyarakat Lewat Silvofishery 

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Rehabilitasi Mangrove di Kaltara, Upaya Pemerintah Jaga Pantai dan Bantu Perekonomian Masyarakat

Rehabilitasi Mangrove di Kaltara, Upaya Pemerintah Jaga Pantai dan Bantu Perekonomian Masyarakat

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Sinergi Antarsektor, BRGM Gelar Sosialisasi Perencanaan dan Perlindungan Mangrove di Deli Serdang

Sinergi Antarsektor, BRGM Gelar Sosialisasi Perencanaan dan Perlindungan Mangrove di Deli Serdang

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Peringati HUT Kemerdekaan Indonesia, BRGM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kembangkan Ekonomi Hijau

Peringati HUT Kemerdekaan Indonesia, BRGM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kembangkan Ekonomi Hijau

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
BRGM: Restorasi Permanen Jadi Solusi Pemulihan Ekosistem Gambut Berkelanjutan

BRGM: Restorasi Permanen Jadi Solusi Pemulihan Ekosistem Gambut Berkelanjutan

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Peringati Hari Lahan Basah, BRGM dan Kementerian LHK Tanam Pohon Serentak di 13 Provinsi

Peringati Hari Lahan Basah, BRGM dan Kementerian LHK Tanam Pohon Serentak di 13 Provinsi

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
BRGM Bantu Cetak Generasi Unggul Melalui Magang Bersertifikat “Sobat Muda Gambut – Mangrove Tahun 2023”

BRGM Bantu Cetak Generasi Unggul Melalui Magang Bersertifikat “Sobat Muda Gambut – Mangrove Tahun 2023”

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
BRGM Raih Predikat Badan Publik Informatif KIP 2023

BRGM Raih Predikat Badan Publik Informatif KIP 2023

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Inovasikan PRIMS, BRGM Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka

Inovasikan PRIMS, BRGM Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
10.000 Mangrove Ditanam di Sumut, BRGM Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemulihan Lingkungan

10.000 Mangrove Ditanam di Sumut, BRGM Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemulihan Lingkungan

Badan Restorasi Gambut & Mangrove RI
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com