Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jamin Kelancaran Lebaran, BI Kaltim Siapkan Rp 2,18 Triliun Uang Tunai

Kompas.com, 19 Februari 2026, 23:23 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menyongsong momentum Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai di masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 2,18 triliun telah dialokasikan melalui program tahunan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).

Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 19,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: BI Balikpapan Siapkan Uang Tunai Rp 2 Triliun untuk Lebaran, Melesat 11 Persen

Langkah proaktif ini diambil sebagai respons atas tren konsumsi masyarakat Kalimantan Timur yang secara historis melonjak hingga 20 persen dari total kebutuhan tahunan setiap memasuki bulan suci.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan, penyediaan uang layak edar (ULE) ini merupakan mandat konstitusi guna menjamin masyarakat mendapatkan uang dengan pecahan yang sesuai dan terjamin keasliannya.

“Jumlah yang kami siapkan tahun ini meningkat 19,13 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Ini adalah langkah kami untuk menjamin ketersediaan uang yang cukup, tepat waktu, dan berkualitas bagi warga Kaltim,” ujar Jajang, saat memberikan penjelasan di Samarinda, Selasa (17/2/2026).

Digitalisasi Penukaran Lewat Aplikasi PINTAR

Berbeda dengan pola konvensional yang kerap memicu kerumunan, BI Kaltim memperketat sistem penukaran melalui platform digital.

Masyarakat yang ingin memperoleh uang pecahan baru wajib melakukan pendaftaran daring melalui situs atau aplikasi PINTAR.

Baca juga: Rusun ASN IKN Dilengkapi Smart Home System, Standar Baru Hunian Birokrat

Pendaftaran untuk wilayah Kalimantan Timur dibuka dalam dua gelombang strategis:

  • Tahap I: Mulai 14 Februari 2026.
  • Tahap II: Mulai 27 Februari 2026.

BI juga menetapkan batas maksimal penukaran sebesar Rp 5,3 juta per orang dalam satu paket.

Kebijakan ini diambil guna memastikan distribusi rupiah berjalan adil dan merata, sekaligus meminimalisasi potensi praktik percaloan uang tunai di pinggir jalan.

Sinergi 35 Titik Layanan Terpadu

Layanan penukaran secara fisik akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026 di tujuh kabupaten/kota.

BI tidak bekerja sendiri; sinergi dengan sektor perbankan diperkuat melalui pembukaan 35 titik kantor bank resmi yang ditunjuk sebagai lokasi penukaran.

Baca juga: Jajang Hermawan: BI Kaltim Fokus Akselerasi Pembayaran Digital dan UMKM

Selain di perbankan, BI juga menyentuh simpul-simpul masyarakat melalui penukaran ritel di sejumlah masjid besar di Samarinda serta layanan terpadu di Gedung Pramuka Samarinda.

Jajang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini untuk memastikan distribusi tetap sasaran.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau