KOMPAS.com - Persib Bandung mencatatkan hattrick juara di Super League 2025-2026, menyudahi persaingan ketat dengan Borneo FC Samarinda di pekan terakhir.
Persib dan Borneo FC punya poin sama 79, namun Maung Bandung unggul head to head dan berhak tampil sebagai juara Super League 2025-2026.
Makna hattrick juara bagi el-capitano Marc Klok, baginya ini adalah sebuah warisan yang dipersembahkan untuk jadi sejarah.
Persib jadi tim pertama yang mencatat juara tiga musim beruntun, dan kini Persib juga memegang gelar liga terbanyak lima bintang melewati torehan Persipura.
Baca juga: Pengamat Sebut Persebaya Harus Berkaca ke Persib jika Ingin Juara Liga
“Buat saya (maknanya) adalah warisan. Warisan buat klub, tapi juga warisan buat aku sendiri sebagai kapten tiga kali bawa klub ke titik ini,” kata Klok.
Selain itu, tiga gelar juara menjadi jawaban akan opini buruk para haters, membungkam mereka dengan trofi juara yang ia raih bersama Persib.
“Ini tidak mudah, banyak haters, banyak opini, banyak komen, banyak apa pun yang terjadi selama lima tahun terakhir saya di Persib,” ucap Klok.
“Saya bisa kasih kata-kata untuk melawan pernyataan mereka lewat prestasi terbaik di lapangan, tiga trofi ini adalah buktinya,” papar Klok.
Baca juga: Kisah Dua Anak Didik Lord Atep yang Tuliskan Sejarah bersama Persib
Pelatih Persib Bojan Hodak angkat piala Super League 2025-2026 bersama el-capitano Marc Klok pada momen seremoni juara Sabtu (23/5/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bobotoh adalah energi bagi Marc Klok, mereka adalah pemain ke-12 yang selalu di belakang Marc Klok dkk.
Mereka selalu percaya kepada pemain-pemain yang tampil di lapangan kepercayaan pelatih.
Kesabaran dan dukungan Bobotoh hadir sejak pertama kali Klok menginjakkan kaki di klub.
Baca juga: Layvin Kurzawa Dibuat Kagum Atmosfer Ajaib Suporter Persib Bandung di Parade Juara
Klok akan pensiun dan mati dengan bangga kelak karena sudah menjadi dari bagian sejarah panjang klub.
“Buat Bobotoh yang selalu di belakang aku, warisan ini adalah momen untuk seluruh hidupku di Bandung sampai pensiun,” tuturnya.
“Tapi lebih dari pensiun, ini sampai mati, dan saya bangga sekali,” tukasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang