Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arkeolog Gunakan AI untuk Ungkap Wajah Korban yang Melarikan Diri dari Letusan Vesuvius

Baca di App
Lihat Foto
Facebook.com/Parco Archeologico di Pompei
Tangkapan layar. Para arkeolog di Pompeii menggunakan AI untuk mengungkap wajah korban yang mencoba melarikan diri dari letusan Gunung Vesuvius.
|
Editor: Resa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Para arkeolog di situs Romawi kuno Pompeii, Campania, Italia, untuk pertama kalinya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian mereka.

Teknologi ini digunakan untuk merekonstruksi secara digital wajah korban letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, bencana dahsyat yang mengubur kota Pompeii di bawah abu vulkanik.

Potret digital tersebut menggambarkan seorang pria lanjut usia yang termasuk di antara dua korban yang ditemukan saat mencoba melarikan diri menuju pantai, dilansir dari CBS News, Senin (27/4/2026).

Para peneliti meyakini bahwa pria itu meninggal lebih awal dalam peristiwa tersebut, kemungkinan saat longsoran puing vulkanik melanda wilayah itu.

Rekonstruksi ini dikembangkan oleh Taman Arkeologi Pompeii bekerja sama dengan Universitas Padua, dengan memanfaatkan data survei arkeologi dari penggalian di dekat nekropolis Porta Stabia, tepat di luar tembok kota kuno.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pompeii sendiri merupakan situs Warisan Dunia UNESCO di dekat Napoli, yang terkubur di bawah abu dan batu apung selama hampir 2.000 tahun, sehingga kondisi kota dan para penghuninya terawetkan dengan sangat detail.

Baca juga: 6 Kota Kuno yang Hilang dan Belum Pernah Ditemukan Arkeolog, dari Ibu Kota Firaun hingga Mesir Kuno


Korban sedang memegang lesung terakota

Dalam temuan tersebut, para arkeolog mendapati korban, yang merupakan seorang pria sedang memegang lesung terakota.

Benda itu diduga digunakan secara improvisasi untuk melindungi kepala dari lapili, yakni batu-batu vulkanik kecil yang berjatuhan saat letusan.

Catatan kuno, termasuk tulisan penulis Romawi Plinius Muda, juga menggambarkan bagaimana warga saat itu berupaya melindungi diri menggunakan berbagai benda ketika abu dan puing mulai menyelimuti kota.

Selain itu, pria tersebut ditemukan membawa sejumlah barang pribadi, seperti lampu minyak, cincin besi kecil, serta 10 koin perunggu.

Benda-benda ini memberikan gambaran tentang momen terakhirnya sekaligus kehidupan sehari-hari masyarakat Pompeii sebelum bencana terjadi.

Para arkeolog mencatat bahwa korban ini, bersama banyak korban lainnya, ditemukan di dekat gerbang kota.

“Perlu diingat bahwa banyak orang mungkin telah kehilangan nyawa mereka di luar kota, saat mencoba mencapai pantai,” ujar tim peneliti.

Baca juga: 6 Kota Kuno yang Tercatat dalam Sejarah tapi Tak Pernah Ditemukan Arkeolog

Menariknya, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa setelah letusan besar tersebut, sebagian penyintas kemungkinan kembali ke Pompeii karena tidak mampu memulai kehidupan baru di tempat lain.

Potret digital ini dibuat menggunakan kombinasi kecerdasan buatan dan teknik pengolahan gambar untuk menerjemahkan data kerangka dan temuan arkeologi menjadi representasi wajah manusia yang realistis.

“Besarnya data arkeologi saat ini sedemikian rupa sehingga hanya dengan bantuan kecerdasan buatan kita dapat melindungi dan meningkatkan data tersebut secara memadai. Jika digunakan dengan baik, AI dapat berkontribusi pada pembaruan studi klasik,” kata Direktur Taman Arkeologi Pompeii, Gabriel Zuchtriegel.

Proyek ini bertujuan untuk membuat penelitian arkeologi lebih mudah diakses sekaligus lebih menggugah secara emosional bagi publik, tanpa mengesampingkan dasar ilmiahnya.

“Pompeii mungkin merupakan tempat paling bergengsi di dunia untuk penelitian arkeologi, di mana setiap penemuan baru dengan antusias menerangi alur kehidupan kuno,” ujar Menteri Kebudayaan Italia Alessandro Giuli.

“Investigasi yang dilakukan melalui penggalian ini menunjukkan bahwa metodologi inovatif, jika digunakan dengan hati-hati, dapat memberi kita perspektif sejarah baru,” tambahnya, dikutip dari unggahan akun Facebook resmi Parco Archeologico di Pompei, Snein.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, para arkeolog juga mengumumkan penemuan surat cinta berusia sekitar 2.000 tahun serta ilustrasi adegan pertarungan gladiator di dinding bangunan di Pompeii.

Baca juga: Arkeolog Temukan Lukisan Purba Bergambar Ular Bertaring di Afsel, Hewan Nyata atau Mitos?

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Sumber: CBS News
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi