Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian

Kompas.com, 31 Mei 2026, 11:49 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Infrastruktur yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,5 miliar.

JIAT itu memanfaatkan sumur bor dengan debit air mencapai 9 liter per detik dan saat ini melayani areal pertanian seluas 10 hektar.

Keberadaan JIAT dinilai penting karena Kecamatan Lobalain memiliki sekitar 1.395 hektar lahan sawah.

Pada musim tanam kedua, ketersediaan air dari sumber permukaan kerap menurun sehingga suplai air tanah menjadi alternatif bagi petani untuk mempertahankan produksi pertanian.

"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (30/05/2026).

Dorong Pemanfaatan Energi Surya

Dody juga mendorong pemanfaatan energi surya untuk mendukung operasional sistem JIAT di daerah-daerah terpencil.

Selain pembangunan sumur dan pompa air tanah, ia juga mendorong penggunaan panel surya pada lokasi yang memungkinkan.

Menurut Dody, penggunaan energi yang lebih efisien diperlukan untuk mendukung keberlanjutan layanan irigasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah itu diharapkan dapat menekan biaya operasional pompa sekaligus menjaga keberlangsungan layanan irigasi bagi petani.

Ia menambahkan, keberadaan JIAT bertujuan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat.

Perlu Jaringan Tersier

Dalam kunjungannya ke Rote Ndao, Dody meminta agar pengembangan JIAT di sana tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah.

Menurut dia, infrastruktur tersebut perlu dilengkapi dengan jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi morfologi lahan agar distribusi air menuju area pertanian menjadi lebih efektif.

Kementerian PU menilai pengembangan JIAT menjadi solusi penyediaan air bagi lahan pertanian tadah hujan di Rote Ndao.

Dody juga meminta pengembangan JIAT dilakukan secara terintegrasi melalui pemetaan kebutuhan air pada kawasan-kawasan pertanian potensial di Rote Ndao.

Dengan perencanaan tersebut, pembangunan sumur-sumur JIAT baru diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pengembangan JIAT di Rote Ndao merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau