KOMPAS.com - Universitas Kristen (UK) Maranatha, Bandung, kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan dalam bidang riset dan inovasi.
Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilan sejumlah penelitian yang dilakukan UK Maranatha dalam meraih pendanaan, baik dari lembaga nasional maupun internasional.
Hingga Maret 2026, sebanyak 13 riset telah memperoleh hibah miliaran rupiah. Empat di antaranya mendapat hibah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju.
Empat penelitian tersebut, antara lain:
Baca juga: Penelitian Ungkap Mikroplastik Bisa Ganggu Sistem Kekebalan Tubuh
Selanjutnya, enam penelitian menerima hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun Anggaran 2026.
Keenam riset tersebut berjudul:
Baca juga: UK Maranatha Cetak Dokter Spesialis Obgyn hingga Riset Tanaman Super Melawan Stunting
Satu riset lainnya mendapatkan pendanaan dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas–Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026.
Penelitian tersebut berjudul “Prototipe Suplemen Berbahan Baku Ekstrak Kedelai, Rose, Kunyit untuk Menghambat Progresivitas Penurunan Massa Otot, Kepadatan Tulang dan Radang Sendi pada Lansia”.
Sementara itu, satu penelitian meraih pendanaan dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) melalui program Invitational Fellowships for Research in Japan.
Proyek riset kolaborasi dua negara tersebut berjudul “Integrating Social and Human Aspects to Strengthen Flood Damage Mitigation in Remote Islands and Coastal Areas”.
Baca juga: Komodo Indonesia Bakal Ditempatkan di Jepang untuk Breeding Loan, Apa Itu?
Selain menerima hibah dari berbagai pihak, UK Maranatha juga aktif berpartisipasi dalam sejumlah program yang diinisiasi Kemdiktisaintek.
Salah satunya mengajukan proposal berjudul “Inclusive Fashion & Culture Lab: Design as a Service untuk Penguatan Ekosistem Produk Berkelanjutan Indonesia” yang berhasil lolos seleksi program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek).
Capaian tersebut semakin memperpanjang keberhasilan UK Maranatha dalam program nasional Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sainteknologi Nusantara (Semesta) yang digagas Kemdiktisaintek.
Selain itu, UK Maranatha juga berkontribusi melaksanakan program pembumian saintek melalui hibah Resona Saintek, bagian dari program nasional Semesta.
Baca juga: Indonesia-Inggris Sepakat Perluas Kerja Sama di Bidang Saintek dan Inovasi
UK Maranatha bersama 10 perguruan tinggi nasional lainnya terpilih untuk mengikuti program tersebut usai melawan lebih dari 1.500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.