Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penelitian di Inggris Ungkap Tidur Lebih Lama 11 Menit Turunkan Risiko Serangan Jantung

Kompas.com, 25 Maret 2026, 12:03 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penelitian yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa tidur 11 menit lebih lama setiap malam dapat secara signifikan mengurangi risiko serangan jantung.

Selain itu, aktivitas berjalan cepat selama 4,5 menit lebih panjang dan mengonsumsi sekitar 50 gram sayuran tambahan setiap hari juga berkontribusi terhadap pencegahan risiko tersebut.

Penelitian dilakukan oleh para ahli dari Australia, Chili, dan Brasil.

Mereka meneliti data lebih dari 53.000 orang dewasa paruh baya di Inggris yang berpartisipasi dalam studi Biobank.

Baca juga: Beda Prodi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris, Ini Prospek Kariernya

Bantu manusia hindari penyakit kardiovaskular utama

Hasil penelitian menemukan perubahan kecil sehari-hari itu dapat membantu manusia menghindari penyakit kardiovaskular utama, termasuk serangan jantung dan stroke sekitar 10 persen.

Penulis utama riset ini, Dr. Nicholas Koemel mengatakan ini adalah kabar yang sangat menggembirakan.

Karena dengan melakukan beberapa perubahan kecil secara bersamaan kemungkinan besar dampak positifnya lebih mudah dicapai dan berkelanjutan bagi kebanyakan orang.

Dibandingkan dengan mencoba perubahan besar dalam satu perilaku saja.

“Kami menunjukkan bahwa menggabungkan perubahan kecil di beberapa bidang kehidupan kita dapat memberikan dampak positif yang sangat besar pada kesehatan kardiovaskular kita," ujar Nicholas yang juga peneliti di Universitas Sydney, Australia, dikutip dari The Guardian, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Peluang Kuliah di Inggris Meningkat, Tersedia 140 Beasiswa

Para peneliti mengamati kebiasaan tidur dan tingkat aktivitas fisik para partisipan melalui data dari teknologi yang dapat dikenakan.

Seperti jam tangan pintar. Orang-orang juga melaporkan sendiri kebiasaan makan mereka.

Nicholas menyemangati orang-orang untuk tidak mengabaikan pentingnya melakukan satu atau dua perubahan kecil pada rutinitas harian.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Kembangkan temuan ini

Sementara itu, penulis senior riset ini sekaligus profesor bidang aktivitas fisik dan kesehatan populasi di Universitas Sydney dan Universitas Monash, Profesor Emmanuel Stamatakis berujar timnya berencana untuk mengembangkan temuan ini.

Mereka ingin menciptakan alat digital baru yang mendukung masyarakat dalam melakukan perubahan gaya hidup positif dan membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Baca juga: Pernah Gagal 3 Kali Tes IELTS, Kevin Raih Tesis Terbaik se-Inggris Raya

“Hal ini akan melibatkan kerja sama erat dengan anggota komunitas untuk memastikan alat-alat tersebut mudah digunakan dan dapat mengatasi hambatan yang kita semua hadapi dalam melakukan penyesuaian pada rutinitas sehari-hari kita," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau