KOMPAS.com - Penelitian yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa tidur 11 menit lebih lama setiap malam dapat secara signifikan mengurangi risiko serangan jantung.
Selain itu, aktivitas berjalan cepat selama 4,5 menit lebih panjang dan mengonsumsi sekitar 50 gram sayuran tambahan setiap hari juga berkontribusi terhadap pencegahan risiko tersebut.
Penelitian dilakukan oleh para ahli dari Australia, Chili, dan Brasil.
Mereka meneliti data lebih dari 53.000 orang dewasa paruh baya di Inggris yang berpartisipasi dalam studi Biobank.
Baca juga: Beda Prodi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris, Ini Prospek Kariernya
Hasil penelitian menemukan perubahan kecil sehari-hari itu dapat membantu manusia menghindari penyakit kardiovaskular utama, termasuk serangan jantung dan stroke sekitar 10 persen.
Penulis utama riset ini, Dr. Nicholas Koemel mengatakan ini adalah kabar yang sangat menggembirakan.
Karena dengan melakukan beberapa perubahan kecil secara bersamaan kemungkinan besar dampak positifnya lebih mudah dicapai dan berkelanjutan bagi kebanyakan orang.
Dibandingkan dengan mencoba perubahan besar dalam satu perilaku saja.
“Kami menunjukkan bahwa menggabungkan perubahan kecil di beberapa bidang kehidupan kita dapat memberikan dampak positif yang sangat besar pada kesehatan kardiovaskular kita," ujar Nicholas yang juga peneliti di Universitas Sydney, Australia, dikutip dari The Guardian, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Peluang Kuliah di Inggris Meningkat, Tersedia 140 Beasiswa
Para peneliti mengamati kebiasaan tidur dan tingkat aktivitas fisik para partisipan melalui data dari teknologi yang dapat dikenakan.
Seperti jam tangan pintar. Orang-orang juga melaporkan sendiri kebiasaan makan mereka.
Nicholas menyemangati orang-orang untuk tidak mengabaikan pentingnya melakukan satu atau dua perubahan kecil pada rutinitas harian.
IlustrasiSementara itu, penulis senior riset ini sekaligus profesor bidang aktivitas fisik dan kesehatan populasi di Universitas Sydney dan Universitas Monash, Profesor Emmanuel Stamatakis berujar timnya berencana untuk mengembangkan temuan ini.
Mereka ingin menciptakan alat digital baru yang mendukung masyarakat dalam melakukan perubahan gaya hidup positif dan membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan.
Baca juga: Pernah Gagal 3 Kali Tes IELTS, Kevin Raih Tesis Terbaik se-Inggris Raya
“Hal ini akan melibatkan kerja sama erat dengan anggota komunitas untuk memastikan alat-alat tersebut mudah digunakan dan dapat mengatasi hambatan yang kita semua hadapi dalam melakukan penyesuaian pada rutinitas sehari-hari kita," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang