KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) RI memperkuat kerja sama strategis dengan Prancis di bidang edukasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek), Brian Yuliarto bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone di kantor Kemendikti saintek, Jakarta pada Senin (26/1/2026).
Kedua pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan kemitraan strategis jangka panjang.
Kegiatan Tahun Inovasi Indonesia-Prancis akan menjadi payung besar kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pertukaran mahasiswa dan peneliti.
Baca juga: Berawal dari Game Design, Lulusan JCU Ini Sukses Melangkah ke World Bank dan OCBC NISP
Inisiatif ini juga telah disetujui oleh kedua kepala negara yakni Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kerja sama antar-universitas di kedua negara. Selain itu, kami juga menyambut baik hibah serta peluang kerja sama yang lebih luas,” ungkap Menteri Brian, dikutip dari situs Kemendikti saintek, Selasa (27/1/2026).
Melalui Tahun Inovasi ini Indonesia dan Prancis tidak hanya akan menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang dan peta jalan strategis.
Fabien menyatakan komitmen untuk menghadirkan kampus unggulan di Indonesia.
Kerja sama juga akan dilaksanakan melalui program beasiswa dan mobilitas mahasiswa bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan RI.
Baca juga: Kabar Baik, Kuota Doktor LPDP 2026 Naik Dua Kali Lipat Jadi 2.000
Ilustrasi mahasiswa Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP).
Kata Fabien, jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Prancis meningkat dua kali lipat dalam setahun dikarenakan adanya program khusus LPDP-Prancis, sebuah pengembangan dari program LPDP Umum.
“Karena keberhasilan program beasiswa magister tersebut, sehingga kami memutuskan untuk meningkatkannya ke jenjang doktoral,” jelas Dubes Fabien.
Di sisi lain animo mahasiswa Prancis semakin meningkat terhadap perguruan tinggi Indonesia.
Kedepannya, Indonesia dan Prancis juga berharap dapat mengembangkan program joint degree dan double degree.
Baca juga: 6 Pekerjaan yang Gajinya Bakal Berlipat Ganda karena AI, Menurut Jensen Huang
Dengan kemitraan strategis diharapkan dapat saling menguntungkan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul, riset inovatif, serta kontribusi bagi pembangunan nasional dan global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya