Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Usul Madrasah Selain MAN IC Jadi Sekolah Garuda

Kompas.com, 2 Desember 2025, 12:47 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menyarankan agar Madrasah selain Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) bisa dijadikan Sekolah Garuda.

Sekolah Garuda merupakan sekolah unggulan yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam bentuk bangunan baru atau transformasi sekolah yang yang sudah ada.

"Kemenag bisa merekomendasikan madrasah selain MAN IC yang bisa dimitrakan dengan Sekolah Garuda agar bisa di transformasi menjadi madrasah unggul," kata Romo Syafi'i dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (2/12/2025).

Romo menjelaskan, tujuannya dari transformasi lembaga pendidikan inj menjadi madrasah unggul yang setara dengan Sekolah Garuda.

Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Jalan di Daerah Terdampak Banjir

Makin banyak sekolah dan madrasah jadi institusi unggul

Oleh karena itu, ia berharap usulan untuk mengolaborasikan madrasah dengan program Sekolah Garuda dapat dipertimbangkan lebih lanjut oleh Kemendikti Saintek.

"Tujuannya adalah agar semakin banyak sekolah, termasuk madrasah, yang bertransformasi menjadi institusi unggul, yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetisi sehat dalam mencetak generasi terbaik bangsa," ujarnya.

Merespons usul tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyambut baik masukan dari Kemenag.

Murid SMA Taruna Nusantara berlatih baris berbaris untuk menyambut tamu acara pengenalan Sekolah Garuda, saat Kompas.com berkunjung, Rabu (8/10/2025).KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS Murid SMA Taruna Nusantara berlatih baris berbaris untuk menyambut tamu acara pengenalan Sekolah Garuda, saat Kompas.com berkunjung, Rabu (8/10/2025).

Targetkan pendirian 100 Sekolah Garuda

Ia kemudian menjelaskan bahwa Presiden telah menargetkan pendirian 100 Sekolah Garuda, meskipun saat ini baru terealisasi 20 sekolah, dan proses pengembangannya akan terus diakselerasi.

Baca juga: Soal Sekolah Garuda Transformasi, Wamen Stella: Sudah Bagus Jangan Diotak-atik

Menteri Brian menekankan bahwa konsep inti dari transformasi Sekolah Garuda adalah mendorong sekolah yang sudah memiliki potensi dan kesiapan untuk ditingkatkan kemampuannya.

"Tujuan Sekolah Garuda Transformasi adalah melahirkan peserta didik yang benar-benar siap bersaing di tingkat dunia, serta mendorong sekolah-sekolah dari tier menengah ke tier atas," ujar Brian.

Brian menjelaskan konsep Sekolah Garuda Transformasi ini tidak bertujuan mengubah sekolah yang sudah ada menjadi Sekolah Garuda, melainkan merupakan kolaborasi erat antara Sekolah Garuda dengan sekolah-sekolah unggul yang telah ada di berbagai daerah.

Fokus utama dari program ini adalah pengayaan kurikulum dan program peserta didik, guna mendukung siswa berpotensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik, didukung secara sistematis.

Baca juga: Mendikdasmen Ungkap Capaian Peningkatan Kesejahteraan Guru, Apa Saja?

Brian juga memastikan bahwa pembangunan Sekolah Garuda memang dipertimbangkan untuk tidak hanya berpusat di daerah dengan kemajuan ekonomi yang tinggi.

Tetapi juga diupayakan penyebaran secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah di pelosok Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau