Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Riset AASH: Ada Hubungan Kualitas Guru PAUD dan Perkembangan Anak

Kompas.com, 17 Februari 2025, 14:54 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Temuan awal studi Action Against Stunting Hub (AASH) Indonesia yang dilakukan di Lombok Timur mengungkap adanya pengaruh antara kualitas guru PAUD (pendidikan anak usia dini) dan perkembangan anak.

Dalam sosialisasi hasil studi AASH (13/2/2025) Ketua Tim Peneliti Komponen Pendidikan, Rita Anggorowati menyampaikan, “guru dengan gelar sarjana secara konsisten memperoleh skor lebih tinggi di semua domain pembelajaran dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gelar sarjana."

"Hal ini menunjukkan bahwa kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi berkontribusi pada pengalaman belajar yang lebih bermakna,” ungkap Rita. 

Dia menjelaskan, perbedaan skor antara guru dengan latar belakang pendidikan sarjana dan non sarjana menunjukkan pengaruh signifikan, dengan besaran efek berkisar antara 0.43 hingga 0.77 menunjukkan pengaruh kuat dari latar belakang pendidikan terhadap kualitas lingkungan pembelajaran.

Studi itu juga tak hanya meneliti guru PAUD dibawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetapi juga di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Dari temuan awal diketahui bahwa guru yang mengajar di Raudhatul Athfal (RA) masih kurang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan yang mendukung pengembangan profesionalitasnya.

“Variabilitas ini menekankan kebutuhan akan praktik dan sumber daya yang distandarisasi di semua satuan PAUD untuk memastikan kesempatan pendidikan yang setara,” jelas dia.

Selain itu juga dari temuan penelitian kualitatif dengan pendekatan shared value, guru sudah memperoleh pemahaman lebih baik atau memperoleh kesempatan belajar lebih banyak, maka layanan diberikan bisa jauh lebih baik dari pada guru hanya tamatan SMA dan mengikuti kursus semata.

Baca juga: Mendikdasmen: Banyak Desa yang Tidak Ada PAUD di Indonesia

Rita menambahkan dari sisi lingkungan pembelajaran juga diketahui bahwa layanan sanitasi dan air bersih yang baik, turut memengaruhi kualitas lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan anak ke arah positif.

Di sisi lain, pelibatan dan pemberdayaan orang tua melalui kegiatan lokakarya pendidikan serta penyampaian informasi rutin mengenai program dan kegiatan sekolah penting untuk diupayakan dalam meningkatkan tumbuh kembang dan kesiapan belajar anak.

Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Ditjen PAUD Kemendikdasmen, Djajeng Baskoro menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) yang holistik dan integratif.

Hingga saat ini, sebanyak 250 kabupaten/kota telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait PAUD Holistik Integratif di Indonesia, menunjukkan semakin luasnya kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini.

"Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, sosialisasi dilakukan kepada berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat luas. Literasi mengenai tumbuh kembang anak dan pengasuhan menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas pendidikan PAUD di Indonesia," katanya

Kerja sama dengan sektor lain seperti POSMAS (Posyandu Masyarakat) serta kementerian terkait, khususnya Kementerian Kesehatan, menjadi bagian integral dalam memastikan layanan yang lebih baik.

Salah satu aspek penting adalah pengawasan kualitas makanan tambahan yang diberikan di PAUD. Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai masih menjadi kendala besar dalam penyelenggaraan PAUD.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau