Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Warta Sukacita

Selamat Hari Buruh 2026, Bertahan di Tengah Badai Otomatisasi dan AI

Kompas.com, 1 Mei 2026, 08:20 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fenomena perburuhan setahun terakhir mengalami tantangan berat. Risiko pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan terus meluas pada 2026. 

Laporan Global Market Labor 2026 dari LinkedIn (Januari 2026) menyatakan, tingkat perekrutan secara global diprediksi 20 persen di bawah tingkat prapandemi Covid-19 akibat perlambatan ekonomi.

Kondisi perburuhan semakin diperparah dengan perang Rusia-Ukraina, Iran dengan AS-Israel, dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Bukan cuma itu, buruh juga menghadapi tantangan besar disrupsi dari otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: 50 Ucapan Hari Buruh 1 Mei 2026 Lengkap untuk Caption Media Sosial

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menekankan bahwa otomatisasi dan AI sudah menjadi realitas hari ini. Orang tidak bisa menolak atau mengeluh, tetapi harus bersaing dengan orang lain yang paham AI dan logika robot.

“Kabar baiknya, AI justru membuka peluang untuk melakukan reskilling secara kilat. Jika riset konvensional butuh waktu tahunan, dengan penguasaan tools AI yang tepat, kita bisa mengompilasi pengetahuan mendalam hanya dalam semalam,” ujarnya.

Kini, Hari Buruh 2026 bukan sekadar seremoni pengingat solidaritas bagi sesama. Lebih dari itu, momen ini menjadi kekuatan untuk mereplikasi empati, kreativitas, dan daya juang manusia. 

“Di tengah ketidakpastian global dan volatilitas tinggi, belajar adalah kunci utama. Dari kemauan belajar, akan lahir inovasi dan inisiatif untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Selamat Hari Buruh! Terus bertumbuh dan tetap semangat dalam berkarya,” pesan Amir.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau