KOMPAS.com – Pada 4 Oktober 2000, ribuan masyarakat Banten tumpah ruah di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka berangkulan dan meneriakkan "Allahuakbar" dan "Hidup Banten".
Seruan itu menjadi simbol aspirasi masyarakat untuk mengelola daerah sendiri yang selaras dengan semangat otonomi daerah pascareformasi. Terlebih, Banten memiliki potensi alam melimpah dan kekayaan budaya yang khas.
Meskipun baru disahkan pemerintah pusat pada 17 Oktober 2000, peristiwa berkumpulnya warga di Senayan tetap diperingati sebagai hari jadi Provinsi Banten.
Tahun ini, dengan semangat persatuan yang sama, Banten merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 pada Sabtu (4/10/2025).
Baca juga: Andra Soni Bangun Kantor Kendali MBG di Banten agar Program Andalan Prabowo Lancar
Mengusung tema “Kolaborasi Kuat untuk Banten Maju, Adil dan Merata,” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadikan perayaan kali ini sebagai penegasan bahwa kemajuan daerah adalah hasil kerja kolektif dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat.
Pemprov Banten juga mengangkat tarian Lenggang Cisadane sebagai logo HUT ke-25 yang mencerminkan keberagaman budaya Sunda, Betawi, Melayu, dan China.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, filosofi di balik tema HUT kali ini adalah pembangunan berkelanjutan harus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta dijalankan lewat kolaborasi di setiap kepemimpinan.
“Hingga 2025, Banten telah mengalami banyak kemajuan dan pertumbuhan, termasuk dalam layanan kesehatan (penambahan rumah sakit) dan infrastruktur. Kepemimpinan saat ini berupaya melanjutkan dan meningkatkan program-program sebelumnya,” ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui di Studio Gold, KompasTV, Palmerah, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Baca juga: Warga Minta Gubernur Banten Turun Tangan Atasi Gunungan Sampah di TPA Cipeucang
Memasuki usia perak, daerah di ujung Pulau Jawa itu dinilai semakin matang dengan pembangunan yang masif, mulai dari pengembangan infrastruktur konektivitas, pertumbuhan industri, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Salah satu contoh nyata kemajuan itu terlihat dari angka kemiskinan yang kini mencapai 5,63 persen atau 772.740 orang, turun 4.700 orang dibandingkan September 2024 dan turun 18.830 orang dibandingkan Maret 2024.
Namun demikian, Andra mengakui, Banten masih memiliki tantangan yang perlu diselesaikan, mulai dari angka kemiskinan dan stunting, hingga disparitas pembangunan dan ketimpangan fiskal antara wilayah selatan dan utara.
Pemprov Banten pun telah menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang untuk menyelesaikan masalah itu, yakni menjalankan akses sekolah gratis, menjalankan program Bangung Jalan Desa Sejahtera, hingga mengembangkan wilayah selatan dengan kawasan pariwisata dan industri.
Baca juga: Menag Resmikan Masjid dan Gereja Bersama di Maja, Simbol Toleransi di Banten
“Dengan beroperasinya Tol Serang-Panimbang pada 2027, kami berharap daerah yang dilalui jalan ini, termasuk kawasan Serang bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat lagi,” kata Andra.
Tepat hari ini, Banten merayakan HUT yang ke-25. Anda bisa berpartisipasi merayakan atau meramaikannya dengan mengirimkan pesan, doa, dan harapan bagi provinsi Banten. Caranya mudah, Anda tinggal klik banner di bawah ini, pilih karangan bunga, isi nama dan submit.