Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Idul Adha 2026: Hindari Macet dengan Pantauan CCTV Real-time

Kompas.com, 27 Mei 2026, 06:34 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung hingga pekan depan, Senin (1/6/2026), diprediksi bakal memicu lonjakan arus kendaraan keluar Jakarta dan sekitarnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan sebanyak 1.093.067 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode long weekend tersebut.

Jumlah itu meningkat 8,9 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 1.003.695 kendaraan.

Baca juga: Ini Tujuan Utama Dibikin Sistem SIM Digital

Ilustrasi link CCTV lalu lintas Kementerian Perhubungan.mudik.kemenhub.go.id Ilustrasi link CCTV lalu lintas Kementerian Perhubungan.

“Mobilitas kendaraan periode libur panjang ini diproyeksikan didominasi kendaraan menuju arah Timur yaitu Trans Jawa dan Bandung sebesar 47,4 persen,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Agar perjalanan lebih lancar dan terhindar dari kepadatan lalu lintas, pemudik maupun wisatawan dapat memanfaatkan layanan CCTV live streaming untuk memantau kondisi jalan secara real time.

Berikut beberapa link CCTV lalu lintas yang bisa digunakan selama libur panjang Idul Adha 2026:

  • Live Streaming Kemenhub

Baca juga: Bukan Cuma Tren, Ini Alasan Kuat Korlantas Buat SIM Digital

Ilustrasi link CCTV lalu lintas Kota Bandung.pelindung.bandung.go.id Ilustrasi link CCTV lalu lintas Kota Bandung.

Layanan CCTV live streaming untuk memantau lalu lintas yang pertama bisa diakses melalui website khusus mudik dari Kementerian Perhubungan.

Di website ini, pengguna bisa pantau macet secara live dari kamera CCTV di beberapa ruas jalan.

Jika ingin menggunakan website tersebut memantau kemacetan selama mudik Lebaran 2026, pengguna bisa mengunjungi link CCTV lalu lintas ini https://mudik.kemenhub.go.id/cctv.

  • CCTV Pemerintah Daerah

Cara melihat kemacetan lalu lintas yang kedua bisa dilakukan menggunakan website dari pemerintah daerah.

Beberapa pemerintah daerah menyediakan website CCTV untuk memantau lalu lintas terkini di jalan.

Misalnya, link CCTV lalu lintas Kota Bandung bisa diakses di https://pelindung.bandung.go.id.

Baca juga: Berapa Pajak Tahunan Rolls-Royce Phantom Milik Raffi Ahmad?

Aplikasi Travoy dari Jasa Marga.KOMPAS.com/IRAWAN SAPTO ADHI Aplikasi Travoy dari Jasa Marga.

Kemudian, ada pula link CCTV lalu lintas Yogyakarta adalah https://cctv.jogjakota.go.id/.

  • Live Streaming Lewatmana.com

Layanan CCTV live streaming untuk memantau lalu lintas yang ketiga bisa diakses juga melalui website Lewatmana.com.

Website ini memiliki tayangan CCTV lalu lintas di beberapa ruas jalan di wilayah DKI Jakarta, Bandung, Depok, Malang, dan Surabaya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau