Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

J5 EV Banjir Pesanan, Jaecoo Buka Peluang Produksi Mobil Sendiri

Kompas.com, 25 Mei 2026, 16:41 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan Jaecoo J5 EV di Indonesia disebut terus meningkat. Bahkan, pengiriman model listrik andalan Jaecoo itu kini sudah mencapai 16.000 unit dalam waktu relatif singkat.

Tingginya permintaan tersebut memunculkan pertanyaan, apakah Jaecoo akan membangun fasilitas produksi sendiri di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Saat ini, produksi kendaraan Jaecoo di Indonesia masih memanfaatkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) bersama sejumlah merek otomotif asal China lainnya.

Baca juga: Rupiah Tertekan, Harga Mobil Jaecoo Masih Stabil

Peningkatan Kapasitas

Menanggapi hal tersebut, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma mengatakan, pihaknya saat ini memang sedang fokus meningkatkan kapasitas produksi agar waktu pengiriman kendaraan ke konsumen bisa lebih cepat.

“Sekarang kami sudah mulai membangun kapasitas produksi. Hal ini dilakukan untuk memenuhi waktu pengiriman kepada pelanggan kami. Karena sejauh ini, menurut saya waktu tunggu (inden) J5 sekitar 3 atau 4 minggu,” ujar Jim Ma di Jakarta Utara, Minggu (24/5/2026).

Test drive Jaecoo J7 SHS-PKOMPAS.com/ADITYO WISNU Test drive Jaecoo J7 SHS-P

Menurut dia, Jaecoo ingin mempercepat distribusi kendaraan agar konsumen tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Jadi, kami berupaya lebih cepat dalam periode waktu ini untuk segera menghadirkan produk tersebut kepada pelanggan kami,” kata Jim Ma.

Meski belum memastikan rencana pembangunan pabrik sendiri di Indonesia, Jim Ma memberi sinyal kemungkinan tersebut bisa saja terjadi apabila permintaan kendaraan terus meningkat.

“Ini juga menjadi topik besar bagi seluruh Chery Indonesia. Dan saya akan mengatakan, pada saat nanti ketika produksi dan permintaan, sudah mencapai angka tertentu, hal ini pasti akan terwujud,” ujarnya.

Baca juga: Kelangkaan Pertalite Disebut Jadi Sinyal Penghapusan Bertahap

Sayangnya Jim Ma tidak merincikan berapa angka pasti untuk membangun produksi sendiri di Indonesia.

Jaecoo

Sebagai informasi, Jaecoo menjadi salah satu merek di bawah grup Chery yang saat ini agresif memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Selain J5 EV, Jaecoo juga menghadirkan model plug-in hybrid seperti Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS.

Saat ini, Jaecoo J5 EV sendiri menjadi salah satu SUV listrik yang cukup diminati di pasar domestik karena menawarkan karakter SUV dengan ground clearance tinggi serta kabin lega yang dinilai cocok untuk kebutuhan konsumen Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau