Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Jarak Tempuh, Usia Pakai Busi Juga Dipengaruhi Faktor Ini

Kompas.com, 23 Mei 2026, 09:12 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering diabaikan, ternyata busi pada kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, punya peran yang sangat penting. Meski bentuknya kecil, kaitannya erat dengan performa mesin.

Secara fungsi, busi memiliki peran memercikkan api sebagai bagian dari proses pembakaran antara campuran udara dan bahan bakar sehingga menciptakan daya dorong bagi mesin.

Bila kondisi busi tidak optimal, otomatis langsung berimbas pada performa kendaraan. Mulai dari tarikan yang terasa berat, konsumsi bahan bakar lebih boros, dan lainnya.

Baca juga: PO Bus Menjerit, Beban Operasional Makin Berat

Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan sesekali meluangkan waktu memeriksa kondisinya. Tak kalah penting, memahami bahwa busi juga memiliki masa pakai.

Ilustrasi kabel busi mobilPixabay.com Ilustrasi kabel busi mobil

Masa pakai busi ternyata tak hanya dipengaruhi jarak tempuh atau waktu. Ada beberapa faktor lain yang juga ikut memengaruhi proses penggantian busi bisa lebih cepat atau justru lebih lama.

Faktor Lain

NGK melalui Diko Oktaviano selaku Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia menjelaskan, selain berdasarkan patokan yang biasanya sudah disarankan pabrikan kendaraan, usia busi juga dipengaruhi beberapa hal.

"Pertama itu soal perawatan ruang bakar. Kalau ruang bakar kendaraan jorok, otomatis busi juga cepat mati. Lalu juga cara berkendara, seperti agresif dan sering ngebut yang bisa bikin busi kerja ekstra bahkan overheat atau membuat elektroda cepat aus, khususnya busi nikel," ujar Diko kepada KOMPAS.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Beli Mobil Daihatsu Berpeluang Dapat Ayla Modifikasi

Iustrasi mengganti dan memasang busi.Sunday Times Driving Iustrasi mengganti dan memasang busi.

Lebih lanjut, Diko mengatakan ruang bakar yang kotor biasanya disebabkan kurangnya perawatan dari pemilik kendaraan. Selain itu, hal paling umum akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.

Selain perilaku berkendara agresif, ternyata kebiasaan berjalan lambat juga ikut memengaruhi usia pakai busi. Pasalnya, kondisi tersebut rawan menyebabkan penumpukan karbon atau carbon fouling.

Diko menjelaskan, usia atau masa pakai busi pada dasarnya berbeda-beda, tergantung jenis busi dan kendaraannya.

Baca juga: Apa Benar Busi Mobil Hybrid Berbeda dari Mobil Bensin Biasa?

Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan).Ghulam/Otomania Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan).

"Umur pakai secara efektif kemampuan busi akan berkurang setelah melewati 6.000-10.000 kilometer untuk motor, dan 20.000 kilometer untuk mobil bila jenis busi yang digunakan konvensional atau nikel. Sementara yang iridium bisa lebih awet," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau