Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Anak di Jok Depan Motor: Keselamatan vs Kebiasaan Orang Tua

Kompas.com, 14 April 2026, 11:02 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa menempatkan anak kecil di jok depan saat naik motor adalah pilihan yang paling aman.

Alasannya beragam, mulai dari agar anak lebih mudah diawasi hingga alasan anak yang merasa takut jika duduk di belakang.

Padahal, secara teori keselamatan berkendara, posisi tersebut sangat berisiko karena anak bisa menjadi tameng saat terjadi benturan atau bahkan mengganggu ruang gerak pengendara.

Baca juga: Bonceng Motor Lebih dari 1 Orang Berpotensi Kecelakaan

Bahaya membonceng anak di depan.kompas.com Bahaya membonceng anak di depan.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan, kebiasaan salah kaprah ini tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan keselamatan.

"Memang seringkali anak kecil takut duduk di belakang karena merasa tidak aman atau belum terbiasa. Tapi itu bisa kita atasi dengan cara yang lebih aman tanpa harus memindahkan posisi duduk di depan," ujar Agus kepada Kompas.com Senin (13/4/2026).

Agus menyarankan agar orang tua lebih sabar dalam membiasakan anak duduk di jok belakang dengan posisi yang benar sesuai standar keselamatan.

Baca juga: Korlantas dan Pemprov Jabar Sepakat, Bayar Pajak Tahunan Dipermudah

"Coba pastikan anak duduk di belakang dengan posisi yang nyaman dan kakinya bisa menapak pijakan atau footstep. Minta anak agar memeluk pengendara dengan erat supaya merasa lebih aman," ucap Agus.

Menurutnya, kendala fisik seperti kaki anak yang belum sampai ke pijakan motor juga bukan alasan untuk memindahkannya ke depan.

Ada solusi yang lebih aman untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Jika kaki si anak belum bisa berpijak pada footstep gunakan tali pengaman atau kain yang dapat menahan tubuh anak agar tidak mudah terlepas. Lalu gunakan helm khusus anak dan kalau perlu jaket agar lebih terlindungi," kata dia.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa peran orang tua adalah membiasakan anak pada prosedur yang benar secara bertahap, bukan justru mencari jalan pintas yang berisiko fatal.

"Saat awal, ajak naik motor pelan-pelan dan jarak dekat dulu supaya anak terbiasa dan rasa takutnya berkurang. Intinya, rasa takut anak itu wajar, tapi jangan disiasati dengan posisi yang justru berbahaya jadi lebih baik dibiasakan pelan-pelan dengan cara yang benar agar tetap aman di jalan," kata Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau