Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Worklife

Fujisawa Jepang Jadi Rumah 600 WNI, dari Pekerja Isuzu hingga Penggerak Budaya

Kompas.com - 19/05/2026, 16:49 WIB

OHAYOJEPANG - Lebih dari 600 warga negara Indonesia tinggal di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang.

Sebagian dari mereka bekerja di pabrik mobil Isuzu, menjadi perawat, dan bekerja di berbagai sektor industri lainnya.

Di luar pekerjaan sehari-hari, komunitas Indonesia di Fujisawa juga ikut mendukung kolaborasi budaya dengan warga setempat.

Salah satu kegiatan yang akan melibatkan komunitas tersebut adalah Enoshima Bali Sunset pada awal Oktober 2026.

Data itu disampaikan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir saat bertemu Wali Kota Fujisawa Tsuneo Suzuki di Kota Fujisawa, Senin (18/5/2026).

Dubes Kartini menyebut keberadaan WNI di Fujisawa sebagai bagian dari hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Jepang di tingkat lokal.

“Hal ini mencerminkan hubungan antarmasyarakat yang erat antara Indonesia dan Jepang yang terus tumbuh di tingkat lokal,” kata Dubes Kartini dalam siaran pers KBRI Tokyo, (19/5/2026).

Baca juga:

WNI di Fujisawa

Fujisawa menjadi salah satu kota di Jepang yang memiliki komunitas Indonesia cukup besar.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Kartini menyampaikan dukungan KBRI Tokyo terhadap penguatan kerja sama Indonesia dan Jepang di tingkat lokal.

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran budaya dan kerja sama akademik.

KBRI Tokyo juga menyoroti komunikasi yang terus berjalan antara Kota Fujisawa dan Kabupaten Badung, Bali.

“Kami juga mengapresiasi komunikasi yang berkelanjutan antara Kota Fujisawa dan Kabupaten Badung di Bali,” ujar Dubes Kartini.

KBRI Tokyo menyatakan siap mendukung penguatan kerja sama dan kemitraan yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang melalui Kota Fujisawa.

Enoshima Bali Sunset

Enoshima Bali Sunset menjadi salah satu kegiatan budaya yang disebut dalam pertemuan antara KBRI Tokyo dan Pemerintah Kota Fujisawa.

Kegiatan ini berkaitan dengan kerja sama budaya dan pariwisata antara Kota Fujisawa dan Kabupaten Badung, Bali.

Wali Kota Fujisawa Tsuneo Suzuki mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo terhadap kerja sama tersebut.

Ia menyebut kerja sama budaya dan pariwisata antara Fujisawa dan Badung sudah terjalin sejak 2024.

“Terima kasih atas dukungan KBRI Tokyo atas kerja sama yang dijalin, di antaranya adalah kerja sama budaya dan pariwisata antara Kota Fujisawa dengan Kabupaten Badung Bali yang sudah terjalin sejak 2024 serta penyelenggaraan Enoshima Bali Sunset,” tutur Suzuki.

Suzuki berharap hubungan persahabatan tersebut dapat terus meningkat pada masa mendatang.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Fujisawa didampingi Wakil Wali Kota Fujisawa Ryohei Nakayama.

Kerja Sama Akademik

Selain bertemu Pemerintah Kota Fujisawa, Dubes Kartini juga mengunjungi Keio University Shonan Fujisawa Campus.

Kunjungan itu dilakukan untuk meningkatkan peluang kerja sama akademik pada masa mendatang.

Dubes Kartini menilai pendidikan dan pertukaran pemuda memiliki peran penting dalam hubungan Indonesia-Jepang.

“Pendidikan dan pertukaran pemuda merupakan pilar yang sangat penting dalam memperkuat hubungan Indonesia-Jepang,” ujar Dubes Kartini.

Dekan Sekolah Pascasarjana Media dan Tata Kelola Keio University Shonan Fujisawa Campus, Prof. Kazunori Takashio, mengatakan Keio University menerima sekitar lima WNI per tahun untuk program S1.

Keio University juga menerima sekitar 10 WNI per tahun untuk program S2 dan S3.

Kampus tersebut memiliki short program yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

“Saya berharap kerja sama akademik dengan Indonesia dapat terus meningkat. Termasuk dalam penerimaan mahasiswa Indonesia ke depannya,” kata Prof. Kazunori.

Dalam kunjungan itu, Dubes Kartini melihat proses pembelajaran di kelas “Malay-Indonesian Intensive 2”.

Kelas tersebut secara khusus memberikan pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia.

Dubes Kartini juga mengenalkan batik kepada para mahasiswa Jepang.

Beberapa mahasiswa Jepang yang merupakan alumni program beasiswa Darmasiswa melakukan presentasi singkat dalam bahasa Indonesia.

Mereka membagikan pengalaman saat mengikuti program Darmasiswa dan tinggal di beberapa kota di Indonesia, seperti Malang, Semarang, dan Lampung.

Salah satu mahasiswa juga menceritakan disertasi yang sedang disusunnya tentang Masyarakat Adat di Pulau Lae-Lae, Sulawesi Selatan.

Halaman:
Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.