OHAYOJEPANG - Sebuah universitas di Kagawa mengubah mi udon, salah satu makanan paling populer di prefektur tersebut, menjadi kertas yang dapat terurai secara alami.
Proyek ini dikembangkan oleh Profesor Naotaka Tanaka dari Fakultas Pertanian Universitas Kagawa dengan menerapkan penelitian tentang mikroorganisme dan bakteri penghasil selulosa.
Ia menggunakan mi gandum sisa dari restoran-restoran lokal dan diubah menjadi lembaran tipis selulosa dengan tekstur yang mirip kertas "washi" tradisional Jepang, menggunakan mikroorganisme.
Baca juga:
Dilansir Kyodo News (1/6/2026), penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah makanan dan menciptakan produk lokal baru.
Prefektur Kagawa dikenal luas dengan kuliner khas Sanuki udon. Namun, sejumlah besar mi tidak terjual atau dibuang karena sudah kehilangan rasa setelah direbus dan dibiarkan terlalu lama.
"Dengan banyaknya mi udon yang dibuang di Prefektur Kagawa, saya kira proses mendaur ulang dapat membantu mengurangi limbah makanan," kata Tanaka.
“Proses mengubah udon yang dibuang menjadi gula relatif sederhana, jadi saya memutuskan untuk mempraktikkan ide tersebut,” sambungnya.
Menurut Tanaka, bahan kertas ini lebih tahan terhadap air dan sobek dibandingkan dengan kertas biasa dan mampu secara alami terurai di tanah melalui aksi mikroorganisme lain.
Tanaka mulai membuat kertas mikroba sekitar 16 tahun yang lalu untuk membantu siswa agar lebih memahami bagaimana mikroorganisme menghasilkan membran selulosa.