JEDDAH, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjajaki kemungkinan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.
"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri)," kata dia saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam.
Dadan menyambangi Sekolah Indonesia Jeddah yang mendidik anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
Baca juga: BGN: 8.182 SPPG MBG Pernah Disuspend, 2.213 Masih Dihentikan
Dadan mengaku penjajakan ini bermula dari permintaan anak-anak di Sekolah Indonesia-Jeddah merasakan program MBG seperti di Indonesia. Menurut Dadan, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) mereka memiliki hak yang sama.
"Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia," ujar Dadan.
Baca juga: BGN Luruskan Tujuan MBG: Untuk Anak Balita dan Ibu Hamil-Menyusui Dulu, Baru Siswa Sekolah
Dadan kemudian melakukan tinjauan ke Sekolah Indonesia Jeddah di Jeddah. Ada sekitar 1.080 anak-anak pekerja migran yang dididik di sekolah tersebut.
Selain sekolah tersebut, ada pula sekolah Indonesia di Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang.
"Dan meski tadi libur, mereka (anak-anak di Sekolah Indonesia Jeddah) antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya," imbuh dia.
Hasil tinjauan awal tersebut akan dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto. Jika disetujui, maka sekolah di Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang merasakan program MBG.
"Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah Indonesia Jeddah," ujarnya.
Menurutnya, prosedur pembentukan program MBG di luar negeri tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Hanya saja diperlukan koordinasi antarinstansi dan kementerian, yakni Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG," katanya.
Jika terealisasi, menu MBG pun akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal. Menu dapat divariasikan antara makanan Arab Saudi dan masakan khas Indonesia.
"Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangDapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.