Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Arya Wijaya Pramodha Wardhana
Dosen

Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan, FISIP, Universitas Airlangga. Berminat pada studi informasi, masyarakat informasi, studi budaya modern, dan literasi media. Berfokus meneliti: persimpangan antara akses informasi digital dan dampak sosial, dengan fokus pada peningkatan literasi media dalam budaya kontemporer.

Arsenal, "Haramball" dan Jurang Mentalitas Juara di Hadapan Dominasi Elegan PSG

Kompas.com, 31 Mei 2026, 11:15 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DALAM panggung sepak bola, garis pemisah antara kemenangan heroik dan kekalahan tragis sering kali setipis helaian rambut.

Di satu sisi terdapat adu taktik matang yang dihitung dengan presisi matematis, dan di sisi lain terdapat sesuatu yang tak kasat mata namun sangat menentukan: mentalitas juara.

Laga sengit yang mempertemukan Arsenal melawan Paris Saint-Germain (PSG) baru-baru ini menjadi representasi sempurna dari adagium tersebut.

Pertandingan yang harus diselesaikan lewat drama adu penalti ini bukan sekadar laga sepak bola, melainkan epik modern tentang benturan dua filosofi dan ketahanan psikologis.

Babak pertama menjanjikan sebuah pertarungan seimbang yang sarat akan intensitas tinggi.

Arsenal, di bawah asuhan pelatih Mikel Arteta, memulai laga dengan kedisiplinan yang patut diapresiasi.

Mereka tidak hanya menunggu pasif, tetapi tahu persis kapan harus melukai lawan.

Baca juga: Lelah Menjadi Kelas Menengah

Bukti sahih dari efektivitas transisi mereka tersaji melalui gol pembuka yang dicetak oleh Kai Havertz.

Penyerang asal Jerman ini kembali membuktikan kapasitasnya dalam mencari ruang kosong di antara garis pertahanan PSG, memberikan keunggulan krusial bagi publik London Utara. Arsenal pada fase ini terlihat seperti tim penantang yang siap menjatuhkan raksasa, bermain dengan kolektivitas dan determinasi yang memukau.

Namun, sepak bola adalah permainan dua babak. Di ruang ganti saat jeda, tuah seorang maestro taktik bernama Luis Enrique mulai bekerja.

Memasuki babak kedua, lapangan hijau seolah bermutasi menjadi panggung orkestra tunggal milik Les Parisiens.

PSG tidak sekadar menyerang secara sporadis; mereka mendikte, mencekik, dan memanipulasi ruang dengan flow permainan yang luar biasa ciamik.

Sirkulasi bola dari kaki ke kaki mengalir dengan ritme mematikan.

Enrique dengan cerdas merespons rapatnya pertahanan Arsenal dengan melebarkan lapangan, memanfaatkan kecepatan sayap, dan memutar bola dengan tempo yang sangat bervariasi.

Dominasi ini adalah sebuah siksaan perlahan bagi stamina dan konsentrasi lawan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau