Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Mau Seperti Man United, Legenda Sarankan Liverpool Tak Pecat Slot

Kompas.com, 29 Mei 2026, 18:15 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS - Legenda Liverpool, John Barnes mengungkap bahwa mantan klubnya mesti mempertahankan Arne Slot, berkaca dari perjalanan Manchester United.

Arne Slot sempat dianggap sebagai legenda baru klub usai memenangi trofi Liga Inggris pertamanya bersama Liverpool di musim 2024-2025.

Slot datang ke Liverpool, berbekal satu trofi Liga Belanda (2022-2023) dan Piala Belanda (2023-2024) bersama Feyenoord.

Meskipun berhasil memenangkan trofi Liga Inggris di musim pertama, performa Liverpool arahan Arne Slot kemudian anjlok di musim kedua.

The Reds sang juara bertahan finis di posisi kelima klasemen akhir Liga Inggris, sedangkan gelar juara diraih oleh Arsenal.

Baca juga: Liverpool Kembali Terancam Kehilangan Bek Inti Secara Gratis

Selain itu, prestasi Liverpool di Liga Champions pun cukup buruk usai terhenti di babak perempat final usai dikalahkan PSG.

Banyak pihak kemudian meminta manajemen Liverpool memecat Arne Slot dan sempat muncul dua kandidat, yaitu Xabi Alonso dan Andoni Iraola.

Xabi Alonso yang merupakan anggota skuad Liverpool kala memenangi gelar Liga Champions 2004-2025 kemudian menangani Chelsea, sedangkan Iraola hampir bergabung ke AC Milan, tetapi tak menemui kesepakatan.

Pecat Slot Bukanlah Keputusan Bijak

Dilansir dari Daily Mail, John Barnes menyebut bahwa memecat Arne Slot bukanlah sebuah keputusan bijak, karena saat ini tak banyak pelatih yang tersedia di pasar.

"Ketika orang-orang membicarakan tentang menyingkirkan Arne Slot, beri tahu saya siapa yang seharusnya datang dan siapa yang akan melakukan pekerjaan yang lebih baik," ujar Barnes.

Baca juga: Usai Robertson dan Salah, Liverpool Bisa Ditinggal Satu Bintang Lagi

"Xabi Alonso mungkin tidak berhasil. Luis Enrique? Dia tidak akan datang ke Liverpool."

"Membawa kembali Jurgen Klopp? Dia tidak akan kembali, jadi ketika para penggemar membicarakan tentang mendatangkan siapa pun, mereka akan mengikuti jalan yang telah ditempuh Manchester United," imbuh Barnes.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, menghadiri konferensi pers di stadion Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Maret 2026, menjelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA melawan Galatasaray.AFP/PETER POWELL Pelatih Liverpool, Arne Slot, menghadiri konferensi pers di stadion Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Maret 2026, menjelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA melawan Galatasaray.

Liverpool Tak Boleh Ikuti Jejak Manchester United

Manchester United banyak berganti pelatih selepas pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson pensiun.

Bahkan, Setan Merah pun sempat mempekerjakan pelatih kelas dunia, seperti Louis van Gaal dan Jose Mourinho.

Namun, selepas pensiunnya Alex Ferguson, Manchester United justru sama sekali belum mendapatkan gelar juara Liga Inggris.

Baca juga: Kata-kata Mo Salah Usai Berpisah dengan Liverpool: Akui Sering Menangis

"Kami tidak bisa terus hidup di masa lalu dan berganti-ganti manajer karena apa yang terjadi setelah Kenny Dalglish meninggalkan Liverpool?" tanya Barnes.

"Cara Liverpool berubah dan setiap pelatih yang datang setelah Kenny diberi tahu bahwa cara Liverpool bukanlah seperti ini, lalu Jurgen datang dan semua orang menginginkan caranya."

"Jadi jika kita menginginkan manajer yang akan tunduk pada cara Juergen dan apa yang dia lakukan, maka tidak akan ada manajer yang datang. Saya tidak ingin Liverpool mengikuti jalan Manchester United."

"Luis Enrique? Saya rasa dia tidak akan datang. Pep Guardiola? Dia tidak akan datang, jadi seluruh gagasan untuk menyingkirkan Arne Slot tidak masuk akal bagi saya," imbuh Barnes.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau