Penulis
KOMPAS.com - AC Milan resmi memecat Massimiliano Allegri setelah kegagalan klub mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Keputusan tersebut datang setelah AC Milan mengalami penurunan performa drastis pada paruh kedua musim Serie A 2025-2026 dan akhirnya finis di posisi kelima klasemen.
Rossoneri sebenarnya memulai musim dengan cukup menjanjikan. Hingga pekan ke-19, Milan menutup paruh pertama kompetisi di posisi kedua dengan koleksi 42 poin.
Namun, situasi berubah total setelah pergantian tahun. Dalam 19 pertandingan berikutnya, Allegri dan timnya hanya mampu mengumpulkan 28 poin.
Baca juga: Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Massimiliano Allegri dan 3 Petinggi Klub
Catatan tersebut membuat Milan musim ini tercatat sebagai tim Rossoneri terburuk ketiga dalam sejarah Serie A sejak kompetisi menggunakan format 20 tim.
Hanya Milan asuhan Vincenzo Montella pada musim 2016-2017 dengan 24 poin dan tim Filippo Inzaghi musim 2014-2015 dengan 26 poin yang memiliki performa lebih buruk pada paruh kedua musim.
Sementara itu, Milan musim 2015-2016 di bawah Sinisa Mihajlovic dan Cristian Brocchi mencatat jumlah poin yang sama dengan musim ini.
Kekalahan kandang dari Cagliari pada pekan terakhir kompetisi menjadi titik akhir perjalanan Allegri bersama Milan.
Bermain di San Siro pada Minggu (24/5/2026), Milan takluk 1-2 meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Alexis Saelemaekers.
Cagliari kemudian membalikkan keadaan melalui gol Gennaro Borelli dan Juan Rodriguez.
Baca juga: AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri: Kami Pantas di Posisi Ini
Pelatih kepala AC Milan, Massimiliano Allegri, bereaksi sebelum laga Serie A antara Napoli dan AC Milan di Naples, Italia, 6 April 2026.Hasil tersebut menjadi semakin menyakitkan setelah AS Roma dan Como 1907 sama-sama meraih kemenangan pada pekan penutup musim.
Situasi itu membuat Milan gagal finis di empat besar dan harus rela tersingkir dari zona Liga Champions.
Baca juga: Allegri Buka Suara soal Nasibnya di AC Milan Usai Gagal Lolos Liga Champions
Pemecatan Allegri turut diikuti perubahan besar di jajaran manajemen klub.
CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, serta Kepala Pencari Bakat Geoffrey Moncada juga dipastikan meninggalkan klub secara bersamaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh setelah Milan gagal memenuhi target utama musim ini.
Rossoneri mengakhiri musim dengan tekanan besar setelah sempat berada di jalur persaingan papan atas pada paruh pertama kompetisi, sebelum mengalami penurunan konsistensi dalam beberapa bulan terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang