Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Guru Meksiko Ancam Demo Besar Saat Piala Dunia 2026, Tuntut Gaji Naik 100 Persen

Kompas.com, 16 Mei 2026, 07:00 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Guru-guru sekolah negeri di Meksiko mengancam menggelar aksi besar-besaran saat pembukaan Piala Dunia 2026 jika tuntutan kenaikan gaji mereka tidak dipenuhi pemerintah.

Ancaman itu disampaikan setelah ribuan guru berunjuk rasa di Kota Meksiko pada Jumat (15/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Guru.

Sekitar 3.000 anggota serikat Pekerja Pendidikan Nasional turun ke jalan untuk menuntut kenaikan gaji dalam jumlah besar.

Baca juga: Bayern Beri Sinyal Alphonso Davies Bisa Pulih untuk Bela Kanada di Piala Dunia 2026

Aksi tersebut dihadang barisan polisi yang mencegah para pengunjuk rasa mendekati kantor Kementerian Pendidikan Meksiko.

“Pendidikan bukanlah prioritas, tetapi bisnis jutaan dollar Piala Dunia adalah prioritas,” demikian tulisan pada salah satu spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.

Seorang demonstran lain terlihat memainkan bola di sela-sela aksi protes sebagai sindiran terhadap penyelenggaraan Piala Dunia.

Pemerintah Meksiko dan pimpinan resmi serikat guru sebelumnya telah menyepakati kenaikan gaji sebesar 9 persen.

Namun, kesepakatan itu tidak diterima oleh seluruh anggota serikat karena kelompok pembangkang menuntut kenaikan gaji hingga 100 persen.

Gaji kotor bulanan awal guru sekolah negeri di Meksiko saat ini setara dengan 967 dollar AS atau sekitar Rp 17 juta.

Seorang guru dari negara bagian Zacatecas, Filiberto Fraustro Orozco, mengatakan para guru menuntut pemerintah memenuhi tuntutan mereka.

“Kami menuntut pemenuhan tuntutan kami,” kata Filiberto kepada AFP.

Baca juga: Shakira, Madonna, dan BTS Tampil di Final Bersejarah Piala Dunia 2026

Ia menambahkan, anggota serikat telah sepakat untuk meningkatkan intensitas protes selama Piala Dunia berlangsung.

Aksi mogok para guru sebelumnya pernah melumpuhkan sebagian wilayah Kota Meksiko selama berhari-hari.

Kala itu, para guru memblokade sejumlah jalan utama, termasuk akses menuju bandara internasional.

Ancaman demo besar tersebut muncul menjelang Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni 2026.

Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Baca juga: Kaoru Mitoma Dicoret dari Skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026

Pemerintah Meksiko memperkirakan sekitar lima juta wisatawan akan datang selama penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau