Memuat...

Dua Tewas dan 24 Terluka Akibat Rentetan Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza

Zarah Amala
Senin, 1 Juni 2026 / 16 Zulhijah 1447 10:06
Dua Tewas dan 24 Terluka Akibat Rentetan Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza
Salah satu syuhada yang meninggal akibat pengeboman pelabuhan Gaza oleh 'Israel' (Associated Press)

GAZA (Arrahmah.id) - Dua warga Palestina dilaporkan tewas dan 24 lainnya mengalami luka-luka, termasuk anak-anak, menyusul rentetan serangan udara dan artileri militer 'Israel' yang menyasar berbagai wilayah di Jalur Gaza pada Ahad (31/5/2026).

Dalam insiden pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang terus berjalan, sebuah pesawat tanpa awak (drone) militer 'Israel' mengebom kerumunan warga sipil di area Pelabuhan Nelayan di sepanjang garis pantai Kota Gaza. Sumber medis mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai 18 warga lainnya, beberapa di antaranya anak-anak dan dalam kondisi kritis. Area pantai tersebut selama ini menjadi satu-satunya ruang terbuka yang tersisa bagi warga Gaza untuk bertahan di tengah hancurnya fasilitas publik akibat perang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, operasi militer 'Israel' diluncurkan secara simultan dari sektor udara, darat, dan laut di beberapa titik strategi.

Dua warga Palestina terluka setelah artileri berat 'Israel' menembaki sebuah rumah milik keluarga Al-Gharabli di dekat stasiun pengisian bahan bakar Al-Shawa, Gaza Tenggara.

Sebuah drone 'Israel' menyerang satu rumah warga di kamp pengungsian al-Bureij, menyebabkan empat orang terluka termasuk seorang wanita dan anak-anak yang berada dalam kondisi kritis. Area timur kamp ini juga terus dihantam peluru artileri.

Di Gaza Utara, sebuah drone taktis jenis quadcopter menjatuhkan bom ke arah tenda darurat yang menampung pengungsi internal di pusat kamp pengungsi Jabalia, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sebuah helikopter tempur 'Israel' melepaskan tembakan rudal yang menghantam lantai atas bangunan sekolah Abu Arieban, tanpa mencatatkan korban luka.

Di sektor selatan, kendaraan tempur lapis baja 'Israel' yang bersiaga di perbatasan timur melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah pusat kota Khan Yunis, bersamaan dengan kapal perang Angkatan Laut 'Israel' yang membombardir area garis pantainya.

Kementerian Kesehatan di Gaza merilis data terbaru mengenai dampak eskalasi bersenjata ini sejak kesepakatan penghentian permusuhan disetujui pada Oktober tahun lalu.

Secara kumulatif, sejak perang komprehensif meletus dengan dukungan Amerika Serikat pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun, agresi militer 'Israel' telah menyebabkan sekitar 73.000 warga Palestina gugur dan sekitar 173.000 orang terluka, yang didominasi oleh kelompok wanita dan anak-anak. Serangan tersebut juga dilaporkan telah menghancurkan hingga 90 persen total infrastruktur di seluruh kantong wilayah Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)