DAMASKUS (Arrahmah.id) - Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon pada Ahad (31/5/2026) bahwa pencabutan sanksi yang tersisa terhadap Suriah sangat penting untuk menghidupkan kembali perekonomian negara dan menarik investasi, menurut kepresidenan Suriah.
Selama percakapan tersebut, Asy Syaraa menekankan pentingnya dukungan internasional yang berkelanjutan untuk Suriah saat negara itu menjalani rekonstruksi dan pemulihan, dengan mengatakan bahwa pencabutan sanksi yang tersisa akan membantu perekonomian mendapatkan kembali momentum dan meningkatkan kondisi kehidupan bagi warga Suriah, lansir Al Arabiya.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut akan "mendorong investasi dan menciptakan lingkungan yang sesuai untuk kembalinya proyek-proyek ekonomi dan pembangunan di berbagai sektor utama."
Percakapan tersebut juga membahas situasi keamanan di kawasan dan tantangan yang muncul dari ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah, kata kepresidenan. Asy Syaraa "menegaskan pentingnya memprioritaskan diplomasi dan dialog untuk memperkuat perdamaian dan keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut."
Sementara itu, Trump “menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi Suriah,” menurut pernyataan tersebut.
“Pada akhir percakapan telepon, kedua belah pihak menegaskan kembali pentingnya melanjutkan komunikasi dan koordinasi mengenai isu-isu yang menjadi kepentingan bersama dengan cara yang melayani kepentingan kedua negara dan berkontribusi pada keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.” (haninmazaya/arrahmah.id)
