Daging Melimpah Saat Iduladha? Ini Cara Menikmati Tanpa Mengorbankan Kesehatan

Arintha Widya - Selasa, 26 Mei 2026
Menikmati daging kurban tanpa mengorbankan kesehatan.
Menikmati daging kurban tanpa mengorbankan kesehatan. Ika Rahma

Parapuan.co - Iduladha identik dengan melimpahnya stok daging di rumah. Tak sedikit orang yang menikmati sate, gulai, tongseng, rendang, hingga aneka olahan daging selama beberapa hari berturut-turut. Namun di balik kenikmatan tersebut, ada risiko kesehatan yang sering muncul setiap musim kurban, mulai dari perut kembung, sembelit, kolesterol meningkat, hingga kambuhnya asam urat.

Menurut Dr. Gülen Ecem Kalkan, dosen Gizi dan Dietetika di Istanbul Atlas University, masalah kesehatan saat Iduladha sebenarnya bukan semata karena konsumsi daging, melainkan akibat cara mengolah, menyimpan, dan mengonsumsinya yang kurang tepat.

Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar momen Iduladha tetap sehat dan nyaman.

Jangan Langsung Memasak Daging yang Baru Dipotong

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung mengolah daging kurban yang baru saja diterima.

Padahal, daging segar membutuhkan waktu istirahat sebelum dimasak. Setelah penyembelihan, serat otot masih mengalami perubahan biologis sehingga teksturnya belum optimal.

Dr. Kalkan menjelaskan, "Idealnya, daging disimpan terlebih dahulu di dalam lemari es selama 12 hingga 24 jam sebelum dimasak."

Menurutnya, daging yang dimasak terlalu cepat cenderung lebih alot dan lebih sulit dicerna oleh tubuh. Selain itu, proses pemasakan juga harus memastikan suhu bagian dalam daging mencapai setidaknya 70 derajat Celsius untuk membantu membunuh mikroorganisme berbahaya.

Waspadai Gangguan Pencernaan yang Sering Muncul Saat Iduladha

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan setelah Makan Pedas Menurut Pakar

Penulis:
Editor: Arintha Widya